Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali merepons pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md soal dugaan mark up pada proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pihaknya selalu terbuka untuk menindaklanjuti setiap informasi terkait dugaan korupsi, termasuk dugaan mark up proyek Whoosh.
Advertisement
Secara teknis, lanjut Budi, langkah KPK untuk bertindak tidak selalu menunggu laporan aduan. Sebab, ada mekanisme membangun kasus dari awal atau yang dikenal dengan istilah case building.
"KPK dalam menelusuri berdasarkan temuan indikasi awal adanya dugaan tindak pidana korupsi. Dalam suatu penanganan perkara oleh KPK, tentunya tidak hanya bermula dari laporan aduan masyarakat. Namun KPK juga bisa melakukan case building,” kata Budi kepada awak media di Jakarta, seperti dikutip Senin, (20/10/2025).
Budi memastikan, KPK selalu proaktif dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat atau case building secara mandiri. Tujuannya untuk memastikan setiap dugaan korupsi dapat diungkap berdasarkan bukti yang kuat dan akurat.
"KPK proaktif melakukan kedua pendekatan tersebut, proaktif untuk menindaklanjuti setiap laporan aduan masyarakat maupun proaktif melakukan case building dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi," tutur Budi.
KPK Terbuka Tindak Lanjuti Laporan Korupsi
Budi menilai, informasi yang masuk dari publik merupakan bentuk partisipasi dalam memperkuat peran KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Tak terkecuali, informasi yang disampaikan dari Mahfud MD.
"KPK selalu terbuka kepada masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi dan data awal yang valid adanya dugaan tindak pidana korupsi, silakan dapat menyampaikan kepada KPK, baik nantinya akan menjadi informasi awal maupun pengayaan bagi KPK dalam penanganan suatu perkara," kata dia.
Mahfud MD Siap Beri Keterangan di KPK
KPK merespons pernyataan Eks Menko Polhukam Mahfud Md soal dugaan mark up dalam proyek kereta cepat Whoosh. Menurut KPK, jika yang bersangkutan benar mengetahui hal itu, maka bisa segera melaporkan temuannya secara resmi.
Menanggapi pernyataan KPK tersebut, Mahfud mengatakan jika KPK berniat menyelidiki soal Whoosh, KPK tak usah menunggu laporan darinya dan cukup memanggilnya untuk dimintai keterangan.
"Panggil saja saya, bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan. Saya akan tunjukkan," kata Mahfud melalui akun X pribadinya, seperti dicuplik Minggu (19/10/2025).
Mahfud menjelaskan, pernyataan awal soal dugaan mark up proyek Whoosh bukanlah dari dirinya. Melainkan dari siaran Nusantara TV yang dibawakan Antoni Budiawan dan Agus Pambagyo.