Kapolri Gandeng Ojol Jadi ‘Mata dan Telinga’ Jaga Kamtibmas, Bakal Ada Fitur Darurat di Aplikasi

Kapolri mengajak pengemudi ojek online ikut menjaga kamtibmas. Polri tengah menyiapkan kerja sama dengan aplikator untuk menanamkan fitur penghubung darurat di aplikasi ojol. Fitur ini akan memudahkan pengemudi menghubungi personel Polri atau kantor polisi terdekat.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 20 Oktober 2025, 13:29 WIB
Kapolri mengajak pengemudi ojek online jaga kamtibmas. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah pengemudi ojek online tumpah ruah di kawasan Monas, Senin (20/10/2025). Mereka dari berbagai wilayah hadir untuk mengikuti Apel Ojol Kamtibmas bertajuk “Jaga Jakarta Bersama Polda Metro Jaya.”

Apel Ojol ini dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Kapolri, ini momentum kebersamaan antara Polri dan komunitas ojek online untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kegiatan ini tentunya menjadi momentum strategis yang menandai semangat baru untuk Polri dan komunitas rekan-rekan Ojek Online untuk terus bersinergi, menjaga keamanan serta ketertiban demi kemajuan bangsa kita tercinta," kata Listyo kepada wartawan, Senin (20/10/2025). 

Dalam pandangan Kapolri, ojol bukan sekadar mengantar penumpang, tapi bagian dari penggerak ekonomi rakyat. Setiap hari mereka menjangkau setiap sudut kota memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan juga menjadi salah satu penghubung dan pendukung UMKM dengan konsumen.

Listyo menilai, pengemudi ojol punya peran besar menjaga keamanan dan ketertiban nasional (kamtibmas). Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat, para pengemudi bisa menjadi “mata dan telinga” polisi di lapangan. Mereka bisa melaporkan potensi gangguan keamanan, kecelakaan, hingga tindak pidana yang terjadi di jalanan secara cepat.

"Melalui kegiatan ini, Polri ingin memperkuat peran komunitas Ojek Online sebagai pelopor keselamatan dan disiplin berlalu lintas, pionir pencegah kejahatan, dan berkontribusi aktif dalam menjaga keteraturan sosial," ucap dia.

"Peran teman-teman Ojol tentunya akan sangat penting bagi Polri untuk bisa bekerja sama dalam upaya-upaya melakukan pencegahan kejahatan," ucap dia.

Kapolri mengajak pengemudi ojek online jaga kamtibmas. (istimewa)

Fitur Darurat di Aplikasi Ojol

Polri tengah menyiapkan kerja sama dengan aplikator untuk menanamkan fitur penghubung darurat di aplikasi ojol. Fitur ini akan memudahkan pengemudi menghubungi personel Polri atau kantor polisi terdekat bila terjadi masalah di jalan. Mulai dari tindak kejahatan, kecelakaan. Diharapkan bisa angsung dilaporkan dari aplikasi mereka.

"Ke depan kami juga ingin melakukan kerjasama dengan teman-teman aplikator untuk menambah ruang di aplikator untuk juga membantu memberikan teman-teman dari komunitas Ojol bisa mendapatkan ruang pengaduan ataupun ruang laporan yang terkoneksi dengan Kepolisian. Sehingga hal ini juga tentu akan bisa membantu memberikan respon cepat," jelasnya.

Kapolri percaya, kekuatan besar komunitas ojol yang tersebar di setiap sudut kota bisa jadi garda terdepan dalam mencegah kejahatan jalanan.

"Dengan kekuatan teman-teman komunitas Ojol yang ada di mana-mana kami sangat meyakini bahwa peran Ojol dalam membantu menciptakan stabilitas kamtibmas, melakukan pencegahan-pencegahan terjadinya kejahatan akan sangat membantu Kepolisian," ucap dia.

Ojek Online hadir apel ojol di Monas. (istimewa)

Kapolri: 400.000 Ojol Siap Bantu Jaga Kamtimbas

Menurut data yang diperoleh Kapolri, sedikitnya 10 ribu pengemudi ojol hadir di Monas pagi ini. Tapi sebenarnya hampir 400 ribu ojol di seluruh wilayah yang siap bergabung dalam gerakan Kamtibmas bersama Polri.

"Nanti akan kita atur secara bertahap oleh Polda ataupun Polres Polres jajaran. Tentunya kami Polri menyambut baik Ojol Kamtibmas ini sebagai bentuk sinergitas antara Polri dan teman-teman komunitas Ojol dalam menciptakan stabilitas Kamtibmas," katanya.

Di hadapan pengemudi ojol, Listyo juga menyinggung soal tantangan global. Konflik antarnegara, perang dagang, hingga gejolak ekonomi dunia, bisa berdampak ke dalam negeri. Karena itu, Indonesia perlu adaptif dan tangguh menghadapi perubahan.

Menurutnya, program Asta Cita sebagai arah kebijakan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan rakyat, termasuk pelaku transportasi daring. Listyo menyebut beberapa kebijakan diantaranya diskon 50 persen iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, pemberian bonus hari raya 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih, hingga rencana regulasi baru untuk transportasi online. Tentunya ini berdampak kepada pengemudi ojol serta memberikan perlindungan bagi pengemudi maupun pengguna jasa.

"Seluruh kebijakan tersebut menunjukkan komitmen nyata Pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memperluas jangkauan pelindungan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya