Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT untuk Dongkrak Ekspor Produk Unggulan 

Kepala BKHIT Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, mengatakan perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap penguatan ekspor di sektor hewan, ikan, dan tumbuhan sangat besar.

oleh nofie tessarDiterbitkan 20 Oktober 2025, 13:16 WIB
(Foto:Dok. Pemprov Jateng)

Liputan6.com, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga demi meningkatkan kinerja ekspor produk unggulan daerah. Salah satunya melalui sinergi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah yang akan segera melepas ekspor besar-besaran ke berbagai negara dalam waktu dekat.

Kepala BKHIT Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, mengatakan perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terhadap penguatan ekspor di sektor hewan, ikan, dan tumbuhan sangat besar. Dukungan itu diwujudkan dalam upaya bersama untuk memperluas pasar luar negeri bagi produk-produk unggulan yang telah tersertifikasi.

“Beliau sangat concern terhadap produk-produk tersertifikasi untuk ekspor dari Jawa Tengah. Balai karantina Jateng nanti akan ada go export, nanti akan dilepas gubernur dan kepala badan, agendanya awal November 2025,” kata Willy usai beraudiensi dengan Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 20 Oktober 2025. 

Ekspor Produk Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Terus Tumbuh 

(Foto:Dok. Pemprov Jateng)

Willy menjelaskan, potensi ekspor produk hewan, ikan, dan tumbuhan di Jawa Tengah sangat besar. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai komoditas unggulan dari tiga sektor tersebut mencatatkan hasil ekspor signifikan ke berbagai negara tujuan seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan sejumlah negara Asia lainnya.

“Negara tujuan ekspor ada Amerika, Tiongkok, dan beberapa negara Asia lainnya,” katanya.

Berdasarkan data periode Januari–September 2025, jumlah sertifikasi ekspor di Jawa Tengah mencakup:

  • Karantina hewan: 448
  • sertifikasi Karantina ikan: 2.548 sertifikasi
  • Karantina tumbuhan: 15.809 sertifikasi 

Komoditas Unggulan yang Diminati Dunia

(Foto:Dok. Pemprov Jateng)

Untuk kategori karantina hewan, sarang burung walet menjadi primadona dengan volume 35.386 kg senilai Rp1,27 triliun. Komoditas tersebut diekspor ke 14 negara, termasuk China, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Selain itu, ekspor juga mencakup bulu bebek, kulit kambing, dan minyak jelantah.

Sementara itu, dari sektor perikanan, komoditas utama mencakup cumi-cumi, udang, layur, tuna, rajungan, dan rumput laut. Produk-produk ini telah menjangkau lebih dari 15 negara tujuan, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Portugal, dan Selandia Baru.

Untuk komoditas tumbuhan, Jawa Tengah menonjol dengan kayu olahan, kayu albasia, sengon, veneer, kayu lapis, serta bunga melati segar yang diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Afrika.

“Kayu olahan kita banyak diminati di mancanegara. Untuk bidang ikan ada ikan segar, cumi, udang. Hampir setiap hari ada pengiriman ke negara tujuan yang tersertifikasi,” jelas Willy.

Ekspor ke Amerika Tetap Stabil Meski Ada Dinamika Global 

Willy juga memastikan bahwa ekspor produk asal Jawa Tengah ke Amerika Serikat tidak terdampak signifikan oleh kebijakan ekonomi mantan Presiden AS, Donald Trump.

“Ekspor ke Amerika itu banyak kayu olahan dan furnitur. Amerika butuh produk itu dari kita, kayu olahan yang sudah berbentuk meubel,” katanya.

Ia menegaskan, grafik pengiriman ekspor ke AS tetap menunjukkan tren positif, terutama untuk produk berbasis kayu dan mebel yang menjadi unggulan industri Jawa Tengah.

Pemprov Jateng Dorong Sinergi Berkelanjutan 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga kinerja ekspor daerah di tengah tantangan ekonomi global. Ia menilai capaian sektor hewan, ikan, dan tumbuhan merupakan bukti kekuatan industri ekspor Jateng yang harus terus dikembangkan melalui sinergi antarinstansi.

“Sinergi antara Pemprov Jateng dengan Balai Karantina kita dorong untuk hal ini,” katanya.

Luthfi optimistis, dengan kolaborasi yang solid antara Pemprov Jateng, BKHIT, dan pelaku usaha, Jawa Tengah akan semakin berperan penting dalam memperkuat ekspor nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat daerah.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya