Liputan6.com, Jakarta- Florian Wirtz, pemain muda asal Jerman yang didatangkan Liverpool dengan harga fantastis 116 juta poundsterling dari Bayer Leverkusen, belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tinggi para pendukung The Reds. Hingga kini, ia belum mencetak gol di Premier League dan baru menyumbangkan satu assist pada debut kompetitifnya di ajang Community Shield.
Musim perdananya di Inggris berjalan naik turun, memicu berbagai spekulasi mengenai adaptasinya. Namun, analis sepak bola Paul Merson, yang mengaku sering mengamati Wirtz, mengklaim tahu betul penyebab di balik performa sang pemain.
Advertisement
Merson menegaskan bahwa masalah utama Wirtz bukanlah pada kualitas individunya, melainkan pada perbedaan mendasar gaya bermain antara Bundesliga dan Premier League yang sulit diatasi.
Kualitas Wirtz Tak Diragukan, Adaptasi Jadi Tantangan
Paul Merson dengan tegas menyatakan bahwa kualitas Florian Wirtz sebagai pemain tidak perlu diragukan sama sekali. Ia menyebut Wirtz sebagai "pemain yang luar biasa" dan menegaskan bahwa pemain seharga lebih dari 100 juta poundsterling itu "tidak tiba-tiba menjadi pemain buruk dalam semalam." Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap performa Wirtz yang belum maksimal.
Merson, yang mengaku sering menyaksikan Wirtz bermain, meyakini bahwa bakat dan kemampuan teknis sang gelandang tetaplah kelas atas. Harga transfer yang fantastis dari Bayer Leverkusen menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki pemain berusia muda ini.
Namun, di balik kualitas yang tak terbantahkan, Merson melihat adanya tantangan adaptasi yang signifikan. Tantangan ini bukan berasal dari dalam diri Wirtz, melainkan dari lingkungan kompetisi yang sangat berbeda.
"Kamu tidak tiba-tiba menjadi pemain buruk dalam semalam. Florian Wirtz dibeli dengan harga lebih dari 100 juta paun. Saya sudah sering menyaksikan dia bermain," ujar Merson.
"Dia pemain yang luar biasa. Hanya, sulit memberinya bola karena ruang di lapangan terlalu sempit. Ketika menonton liga Jerman, permainan terbuka dengan cepat dan sangat luas. Bahkan tim terlemah di sana berani menyerang tim terkuat. Karena itulah mereka bisa menang besar, enam atau tujuh gol," ulasnya.
Perbedaan Gaya Bermain Bundesliga dan Premier League
Menurut Paul Merson, masalah utama yang dihadapi Florian Wirtz di Liverpool adalah perbedaan mencolok antara gaya bermain Bundesliga dan Premier League. Ia mengklaim bahwa di Premier League, "sulit memberinya bola karena ruang di lapangan terlalu sempit." Hal ini sangat berbeda dengan pengalaman Wirtz di Liga Jerman.