Wanita di China Sadar dari Koma, Ungkap Pacar yang Merawatnya Ternyata Pelaku Kekerasan

Bagaimana kronologi kasus kekerasan ini?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 19 Oktober 2025, 21:30 WIB
Ilustrasi pasien. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita asal timur laut China viral usai mengungkap kebenaran mengejutkan setelah bangun dari koma.

Ia mengaku bahwa pacarnya, yang menghabiskan sekitar 200.000 yuan atau Rp461 juta untuk merawatnya, ternyata adalah orang yang memukulinya hingga tak sadarkan diri, dilansir dari SCMP, Minggu (19/20/2025).

Lin Yingying, 20 tahun, dari Provinsi Liaoning, pertama kali mengenal kekasihnya, Liu Fenghe, lewat media sosial pada 2013, seperti dilaporkan Liaoshen Evening News.\

Keduanya jatuh cinta dan memutuskan membuka toko roti bersama.

Namun kebersamaan itu berubah jadi tragedi ketika Liu menelepon ayah Lin dan mengaku kekasihnya "terjatuh" di toko hingga mengalami luka di kepala.

Lin didiagnosis mengalami cedera otak parah dan koma selama berbulan-bulan.

Selama dua bulan, Liu tampak setia merawat Lin setiap hari—mengganti popok, memijat, dan menemaninya di rumah sakit. Ia bahkan berutang hingga 200.000 yuan untuk biaya pengobatan. Saat itu, kisah pengorbanannya sempat viral dan ia dijuluki "pacar paling setia" oleh publik.

Kenyataan Kelam

Namun kenyataannya jauh lebih kelam. Setelah enam bulan, Lin akhirnya sadar dan dibawa kembali ke apartemen yang dulu ia tinggali bersama Liu.

Tak lama kemudian, Liu mulai membatasi kunjungan keluarga Lin dan akhirnya memutus kontak dengan alasan harus bekerja untuk melunasi utang.

Pada April 2015, Lin mulai bisa berbicara dan mengungkap kepada neneknya bahwa cedera yang dialaminya bukan karena kecelakaan, melainkan akibat kekerasan Liu.

Ia mengatakan dipukul dengan rolling pin setelah membakar empat loyang roti.

"Saya hanya ingat jatuh, telinga saya berdarah, lalu saya pingsan," ujarnya.

Lin juga mengaku sering mendapat kekerasan dari Liu sebelumnya. Ia pernah dipukul di dada gara-gara bertengkar soal gim, hingga wajahnya lebam parah dan terpaksa menginap di hotel agar keluarga tidak tahu.

Setelah pulih, Liu bahkan mengancam akan membunuh keluarganya jika Lin berani bercerita kepada siapa pun.

 

Hukuman Penjara

Ilustrasi penjara (AFP)

Setahun kemudian, pada April 2016, Liu akhirnya ditangkap di sebuah kota terpencil. Saat diinterogasi, ia tidak menunjukkan penyesalan dan justru berdalih sudah berusaha menebus kesalahannya.

Pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara dengan masa percobaan lima tahun, serta mewajibkan Liu membayar ganti rugi 250.000 yuan atau sekitar Rp577 juta kepada keluarga Lin.

Kini, Lin dilaporkan sudah pulih dan bisa mandiri. Kasus ini kembali disorot setelah Pengadilan Liaoning merilis dokumennya, memicu perbincangan luas tentang kekerasan dalam rumah tangga di China.

Beberapa warganet menanggapi kasus ini.

"Liu adalah iblis bermuka dua. Perempuan harus berani melawan jika haknya dilanggar—gunakan hukum untuk melindungi diri!, tulis seorang warganet.

"Saya senang Lin bisa memulai hidup baru. Dia benar-benar wanita yang kuat," tulis warganet lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya