Polemik Penyegelan Tempat Wisata Berakhir, Janji Menteri Hanif untuk Warga Puncak

Mamun dengan nada bicara yang keras, menegaskan kebohongan tentang wisata yang diegel karena dianggap merusak lingkungan.

oleh Randy Ferdi FirdausDiterbitkan 19 Oktober 2025, 13:41 WIB
Mulyadi Gerindra temui Menteri LH Hanif (Liputan6.com/istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Mamun Nawawi tampak emosional. Tangannya gemetar. Ucapannya tampak terbata-bata. Dia kesal kini keluarganya tak lagi bisa bekerja di sejumlah tempat wisata, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Mamun dengan nada bicara yang keras, menegaskan kebohongan tentang wisata yang diegel karena dianggap merusak lingkungan.

"Itu semua bohong. Lahan yang dipakai untuk wisata itu gundul. Justru kami yang menanami pohon setiap hari agar indah," tegas Mamun disambut tepuk tangan warga Puncak, Bogor lainnya.

Mamun menyampaikan hal itu di acara reses anggota DPR RI dapil Kabupaten Bogor, Mulyadi. Hadir sejumlah camat dan kepala desa serta puluhan perwakilan warga Puncak.

Sedikitnya, 2.100 warga Puncak, kehilangan pekerjaan akibat aksi main segel yang dilakukan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

"Bagaimana kami harus menyekolahkan dan kasih makan anak dan cucu kami?" tegas Mamun, dengan air mata yang menggenang tampak di wajahnya.

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Mulyadi yang mendengar ratusan keluhan tak tinggal diam. Dia langsung mendatangi Menteri LH, Hanif Faisol di kantornya, Kamis (16/10/2025).

Mulyadi mengatakan, pertemuan Kamis sore sangat produktif. Menteri Hanif, katanya, berjanji akan memberikan solusi konkret atas kebijakan main segel tempat wisata dan hotel di Puncak.

"Pak Menteri berjanji akan membantu pembinaan dan melanjutkan kegiatan masyarakat yang bergerak di sektor wisata dan tentu kabar baik ini, segera saya sampaikan ke masyarakat Puncak untuk bisa semakin menjaga alam dengan tetap menjadikan mata pencaharian atas anugrah alam dan kesegaran udara Puncak," ujar Mulyadi.

 

Janji Menteri Hanif

Mulyadi Gerindra temui Menteri LH Hanif (Liputan6.com/istimewa)

Dua hari berselang, Menteri Hanif menepati janjinya. Dia mengundang sejumlah para pengusaha di Puncak yang terdampak akibat aksi penyegelan tersebut. Hasilnya pun dianggap menggembirakan warga Puncak yang terdampak penyegelan.

"Demi rakyat puncak, Menteri LH telah beraudiensi dengan para KSO dan berjanji akan segera mencabut sanksi demi masyarakat Kabupaten Bogor," kata Mulyadi menanggapi pertemuan tersebut.

Mulyadi pun mengucapkan terima kasih kepada Menteri Hanif yang memberikan ruang dialog kepada masyarakat Puncak Bogor.

"Yang lebih penting masyarakat Bogor Selatan bisa mendapatkan ketenangan dan kepastian atas lapangan pekerjaan yang sempat terhenti, belum lagi akan membuat iklim investasi khususnya sektor wisata bisa kembali menggeliat dan menggerakkan multi level effeck terhadap perputaran roda ekonomi masyarakat dan PAD yang meningkat," jelas Mulyadi saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (19/10/2025).

Dia menegaskan, kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, masyarakat termasuk penggiat lingkungan bisa menjadi jalan tengah untuk menjaga alam puncak tanpa harus menutup sumber ekonomi warga dan dampak sosial lainnya.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya