Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda atau anak Anda berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam waktu dekat, biaya pendidikan pasti menjadi perhatian utama. Sekolah-sekolah top terus menaikkan biaya kuliah, sementara banyak generasi muda dan juga par aorang tua yang terjerat dalam tumpukan utang.
Di Amerika Serikat (AS), data Education Data Initiative menunjukkan bahwa pada kuartal II 2025, total utang pinjaman mahasiswa telah melampaui USD 1,8 triliun. Angka yang benar-benar mencengangkan. Untuk diketahui, di AS para mahasiswa biasanya menggunakan pinjaman untuk membayar uang kuliah.
Advertisement
Untuk meredam lonjakan biaya ini, solusi idealnya adalah memenangkan berbagai beasiswa. Namun, mencari dan mendapatkan beasiswa seringkali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Namun, Carlynn Greene telah membuktikan bahwa hal itu sangat mungkin—dan ia yakin Anda juga bisa.
Greene berhasil memenangkan 30 beasiswa untuk biaya kuliah sarjana hingga pascasarjana di University of North Texas. Ia lulus tanpa sedikit pun utang, dengan gelar di bidang jurnalisme penyiaran, serta hubungan masyarakat, periklanan, dan komunikasi terapan.
Kini, ia memanfaatkan kemampuannya sebagai content creator penuh waktu dan pendiri Scholarship Guru, sebuah platform yang telah membantu kliennya mengamankan jutaan dolar dalam bentuk beasiswa.
"Banyak sekali kesalahan yang dilakukan orang saat melamar beasiswa," ujar Greene dikutip dari CNBC, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, salah satu kesalahan terbesar adalah gagal menampilkan diri terbaik Anda dalam esai aplikasi.
"Saya selalu memberi tahu siswa saya bahwa Anda harus mencoba mendekatinya seolah-olah Anda sedang memasarkan diri Anda sendiri," katanya.
"Anda sedang berusaha meyakinkan seseorang mengapa mereka harus berinvestasi pada pendidikan Anda dibandingkan dengan pesaing lain."
Berikut adalah tiga kesalahan paling umum yang Greene temui pada pelamar beasiswa—dan cara menghindari jebakan tersebut.
1. Terlalu Fokus pada Beasiswa Lokal
Meskipun beasiswa berskala nasional sering menawarkan dana besar, Greene mengingatkan bahwa akan sangat sulit untuk menonjol di tengah jumlah pelamar yang sangat besar—sekalipun esai Anda luar biasa kuat.
"Sembilan dari sepuluh kali, ketika orang baru mulai berburu beasiswa, mereka melamar beasiswa yang memiliki kriteria kelayakan sangat luas," jelasnya.
Solusi: Arahkan Fokus Anda ke Target yang Lebih Spesifik.
Greene menekankan bahwa Anda "jauh lebih mungkin memenangkan beasiswa yang bersifat lokal, tingkat negara bagian, dan juga beasiswa yang ia sebut 'interseksionalitas'."
Beasiswa interseksionalitas adalah penghargaan yang memiliki kriteria ganda yang secara spesifik mendeskripsikan diri Anda, termasuk ras, jenis kelamin, lokasi geografis, dan bidang studi. Kriteria yang lebih detail ini secara otomatis akan mempersempit kolam persaingan dan meningkatkan peluang Anda menang.
2. Tidak Menonjolkan Diri
Greene merekomendasikan agar Anda menerapkan konsep dari dunia pemasaran—yaitu kelangkaan (scarcity) dan urgensi (urgency)—ke dalam materi aplikasi Anda.
Intinya, tunjukkan: Apa yang membuat Anda atau tujuan akademik Anda unik, dan mengapa Anda harus menerima pendanaan sekarang?
Sebagai contoh, seorang calon mahasiswa kedokteran tidak cukup hanya mengatakan ingin menjadi dokter. Greene menyarankan agar mereka menyoroti rencana untuk berspesialisasi dalam merawat penyakit langka dan mematikan.
"Jika Anda menyertakan data relevan, seperti dari artikel berita atau penelitian, yang menyoroti hal ini, itu akan mengomunikasikan kepada juri bahwa berinvestasi dalam pendidikan Anda jauh lebih masuk akal, dibandingkan dengan seseorang yang mungkin berencana mengambil, katakanlah, operasi plastik," katanya.
Tunjukkan bahwa investasi pada Anda akan memberikan pengembalian yang unik dan mendesak bagi masyarakat.
3. Hanya Melamar Segelintir Beasiswa
Wajar jika merasa putus asa setelah gagal memenangkan beasiswa yang sangat Anda harapkan. Namun, Greene menegaskan bahwa berburu beasiswa adalah permainan angka (a numbers game), bahkan bagi pelamar yang sangat berbakat.
"Saya memenangkan 30 beasiswa, tetapi saya melamar sedikit di atas 100 beasiswa," ungkapnya.
"Saya punya siswa lain, dia memenangkan 20 beasiswa. Dia melamar sedikit di atas 200 beasiswa. Jadi, itu tergantung," tambah dia.
Solusi: Jadikan Melamar Beasiswa sebagai Pekerjaan Penuh Waktu.
Untuk siswa rata-rata, Greene merekomendasikan melamar antara 100 hingga 200 beasiswa!
Meskipun terdengar melelahkan, ia membandingkannya dengan persaingan di pasar kerja saat ini, di mana banyak orang melamar ratusan pekerjaan. Anda harus memiliki mentalitas yang sama.