Istiqlal Dorong Transformasi Wakaf Jadi Aset Produktif

Istiqlal Global Fund akan berperan sebagai Nazhir (pengelola wakaf) yang menghimpun, mengelola dan menyalurkan manfaat wakaf saham kepada penerima manfaat (mauquf alaih).

oleh Liputan6.comDiterbitkan 18 Oktober 2025, 14:05 WIB
Disaksikan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar (kedua dari kanan), Istiqlal Global Fund (IGF) di bawah naungan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Majoris Asset Management (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Istiqlal Global Fund (IGF) di bawah naungan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Majoris Asset Management untuk mengembangkan pengelolaan wakaf saham dan sedekah saham di pasar modal syariah Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung dalam rangkaian Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini memperkenalkan model baru integrasi pasar modal syariah untuk memperluas investor participation dan memperkuat value-based funding ecosystem di Indonesia.

Disaksikan Menag

Disaksikan langsung oleh Prof. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia serta Iman Rachman, Direktur Utama BEI, kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara filantropi Islam dan manajemen investasi profesional dibawah kerangka pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui kemitraan ini, Istiqlal Global Fund akan berperan sebagai Nazhir (pengelola wakaf) yang menghimpun, mengelola dan menyalurkan manfaat wakaf saham kepada penerima manfaat (mauquf alaih). Sementara itu, Majoris Asset Management akan bertindak sebagai Manajer Investasi, mengelola portofolio wakaf melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berbasis prinsip syariah untuk memastikan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.

Ahsanul Haq selaku Direktur Istiqlal Global Fund mengungkap potensi wakaf bagi kekuatan ekonomi umat. “Wakaf memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi umat yang berkelanjutan,” jelas Ahsanul Haq. Dengan dukungan instrumen pasar modal syariah, nilai wakaf lanjut Ahsanul dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara Zulfa Hendri, Direktur Utama Majoris Asset Management menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka babak baru bagi investasi syariah di Indonesia. "Kami ingin memperluas cara pandang terhadap wakaf, sebagai sarana membangun ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan," ungkap Zulfa.

 

Potensi

Potensi wakaf nasional yang diperkirakan mencapai Rp 400 triliun menjadi latar kuat bagi kolaborasi ini sebagai langkah konkret mendukung implementasi masterplan ekonomi syariah Indonesia 2024-2029 dan RPJMN 2025-2029.

Inisiatif ini mendorong transformasi aset umat menjadi productive waqf assets yang tumbuh, transparan dan berdampak memperkuat posisi Indonesia sebagai regional Islamic finance hub, sekaligus menegaskan komitmen Majoris dalam mengembangkan inovasi value-based funding yang inklusif dan berkelanjutan.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya