Liputan6.com, Jakarta Joy Tobing akan menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang Migrants’ Arirang Multicultural Festival 2025 atau MAMF di Changwon, Provinsi Gyeongnam, Korea Selatan dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 2025.
Hatinya terasa penuh mengingat festival berskala internasional ini menjadi ajang pertemuan budaya lebih dari 20 negara. Patut dicatat, bahwa MAMF salah satu agenda multikultural terbesar di Korea Selatan.
Advertisement
Untuk penampilan di Negeri Gingseng, Joy Tobing menyiapkan tiga lagu. “Saya menyiapkan dua lagu Indonesia dan satu lagu Inggris yang di-mix dengan bahasa Korea. Saya bawakan dengan iringan minus one,” kata Joy Tobing.
Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Rabu (15/10/2025), Joy Tobing akan membawakan lagu “Tak Ingin Lagi” dari album miliknya, “Tabola-bale” dan hit legendaris dari grup K-Pop Wonder Girls, “Nobody."
Belakangan Nonton Drakor
Joy Tobing optimistis tiga lagu ini strategis karena familier di telinga banyak orang, bahkan setelah bertahun-tahun dirilis, sehingga dapat dengan mudah menciptakan koneksi dengan penonton di ajang bergengsi tersebut.
Tak hanya itu, Joy Tobing tengah menjajaki kemungkinan membawakan soundtrack drama Korea populer, Bon Appetit, Your Majesty. Persiapannya pun tak main-main. “Makanya belakangan ini saya sering sekali menonton drakor,” ujarnya.
Belalar Menyapa Audie's
“Karena saya harus belajar menyapa audiens. Misalnya, Kamsahamnida, Annyeonghaseyo, pokoknya macam-macamlah,” Joy Tobing menyambung. Penampilannya dalam festival budaya akan dinilai dewan juri. Ini bikin Joy Tobing deg-degan.
Tahun ini menandai keikutsertaan Indonesia ke-20 dalam MAMF. Meski demikian, momen ini tetap terasa spesial karena baru kali ini delegasi dari Tanah Air dikirim dalam formasi lengkap. Sebanyak 50 peserta akan mewakili Indonesia dalam formasi besar.
Tahun Ini Berbeda
Koordinator tim Indonesia di Korea Selatan, Meisi Chang menjelaskan, formasi besar ini akan memadukan musik, tarian, dan simbol-simbol kebhinekaan nusantara. Indonesia siap memukau audiens di tingkat Asia.
“Biasanya Indonesia diwakili komunitas migran dan diaspora yang menampilkan pertunjukan sederhana. Tapi tahun ini berbeda—kita membawa tim penuh dari Indonesia, termasuk Joy Tobing sebagai penyanyi utama,” ujar Meisi Chang.