Liputan6.com, Jakarta - Ketidakpastian pasar global dan aksi jual besar-besaran dengan tingkat likuidasi tinggi tampaknya belum berakhir. Kini, para “paus” baru Bitcoin yang merupakan sebutan untuk investor Bitcoin dengan nilai yang tinggi diperkirakan akan membawa volatilitas ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (15/10/2025), CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, membagikan grafik rasio keuntungan belum terealisasi untuk para paus baru Bitcoin dalam unggahan di platform X. Grafik tersebut menunjukkan bahwa kelompok investor besar baru ini tengah memasuki zona merugi.
Advertisement
Berdasarkan data tersebut, para paus baru Bitcoin mulai mengalami kerugian yang belum terealisasi seiring dengan penurunan harga aset dari rekor tertingginya di angka USD 126.198.
“Volatilitas akan datang,” tulis Young Ju.
CEO CryptoQuant itu menegaskan bahwa indikator ini tidak dapat memprediksi arah pergerakan pasar berikutnya. Pada Juni dan Juli 2021, unrealized profit rasio untuk paus baru Bitcoin menunjukkan angka negatif.
Namun, hal ini justru memicu aksi akumulasi besar-besaran, yang kemudian mendorong harga BTC naik melampaui rekor tertinggi sebelumnya, yakni USD 68.000.
Sementara itu, pada Februari 2022, Bitcoin dan pasar kripto global mengalami tekanan jual yang kuat setelah indikator tersebut kembali masuk ke zona “merugi” atau “underwater”.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Uptober Berubah Menjadi Octobear
Bitcoin tengah mengalami penurunan tajam di tengah ekspektasi volatilitas yang tinggi. Harga BTC sempat turun ke level USD 111.569 pada pagi hari tanggal 14 Oktober.
Aksi jual ini terjadi setelah dana ETF Bitcoin spot mencatat penarikan dana sebesar USD 326,4 juta pada 13 Oktober, menurut data dari Farside Investors.
Mayoritas penarikan dana berasal dari GBTC, BITB, dan FBTC. Sementara itu, produk milik BlackRock, IBIT, justru mencatat arus masuk sebesar USD 60,4 juta.
Minggu sebelumnya, Bitcoin sempat mencatat dana masuk bersih sebesar USD 2,71 miliar. Untuk ETF Ethereum spot, penarikan dana bersih bahkan lebih tinggi mencapai USD 428,5 juta, didominasi penjualan dari ETH senilai USD 310,1 juta. Akibatnya, harga ETH anjlok 4% menjadi USD 3.990.