Saham LC Electronics India Melonjak 50,4% saat Perdagangan Perdana

Pencatatan perdana LG Electronics di India termasuk sukses pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Oktober 2025, 16:12 WIB
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Saham LG Electronics India melonjak 50,4% saat debut pada perdagangan Selasa, (14/10/2025). Hal itu mendorong kapitalisasi pasar saham mencapai USD 13,07 miliar.

Mengutip Channel News Asia, saham LG Electronics mencatat debut yang kuat di the National Stock Exchange of India. Saham LG Electronics dibuka di posisi 1.710,10 rupee dan menguat menjadi 1.714,90 rupee dari harga perdana di posisi 1.140 rupee.

Dengan demikian debut valuasi pasar saham di atas USD 8,73 miliar dan kapitalisasi pasar induk sekitar USD 9 miliar. Kapitalisasi pasar perusahaan tersebut juga termasuk tinggi di antara perusahaan sejenis antara lain Whirpool, Voltas, dan Havelss yang berada di kisaran USD 1,7 miliar dan USD 10,4 miliar.

Adapun performa IPO perusahaan LG tersebut termasuk terbaik di India sejak 2021. Hal ini mengikuti WeWork India dan Tata Capial yang juga baru debut di India.

“Setelah sekian lama, pelaku pasar memiliki IPO yang kuat berdasarkan fundamental, valuasi dan prospek sektor yang bertumbuh,” ujar Direktur Pelaksana HDFC Securities, Dhiraj Relli.

IPO LG Electronics senilai USD 1,3 miliar mencatat permintaan kuat pada awal pembukaan dengan penawaran USD 50 miliar Euforia investor ini masuk dalam jajaran IPO high-profile antara lain Life Insurance Corp of India senilai USD 2,7 miliar pada 2022, Paytm’s sebesar USD 2,5 miliar saat debut dan Zomato’s senilai USD 1,3 miliar pada 2021.

IPO LG Electronics India

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sebelumnya, LG Electronics India akhirnya menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) yang menandai salah satu penawaran terbesar di India pada 2025.

Perusahaan alat elektronik ini membidik valuasi hingga 774 miliar rupee atau sekitar USD 8,71 miliar atau Rp 145,14 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.664). Sebelumnya aksi korporasi ini sempat tertunda sejak Desember lalu karena volatilitas pasar.

Dalam dokumen publik yang dirilis Rabu (1/10/2025), LG Electronics India menetapkan rentang harga saham di level 1.080 hingga 1.140 rupee per saham. Penjualan saham akan dibuka selama tiga hari mulai 7 Oktober, dengan penempatan untuk investor anchor dapat mengajukan penawaran sehari sebelumnya pada 6 Oktober.

 

 

Penawaran Jumbo IPO LG

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Dilansir dari CNBC pada Rabu, (1/10/2025), IPO ini merupakan penjualan saham existing (OFS) di mana LG Electronics Inc. (induk di Korea) akan melepas 15% kepemilikan saham.

Langkah ini berpotensi meraup dana segar hingga 116 miliar rupee atau sekitar USD 1,3 miliar (setara Rp 21,65 triliun) bagi induk perusahaan.

Penawaran jumbo LG ini terjadi di tengah bulan yang sibuk bagi pasar IPO India, bersaing langsung dengan isu besar lainnya seperti penawaran senilai USD 1,75 miliar atau Rp 29,14 triliun milik Tata Capital dan IPO penyedia ruang kantor bersama WeWork.

Pasar Terbesar Kedua di India

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sentimen pasar domestik juga diperkuat oleh keputusan badan pajak India yang memangkas Pajak Barang dan Jasa (GST) pada berbagai produk elektronik dari 28% menjadi 18%.

Langkah ini diharapkan memicu permintaan konsumen menjelang musim perayaan besar di India, yang tentu menguntungkan produsen seperti LG.

LG Electronics India, yang merupakan pemain terbesar kedua di pasar elektronik rumah tangga, memasarkan produk utama seperti kulkas, mesin cuci, dan televisi.

Perusahaan ini bersaing ketat dengan Whirlpool dan Samsung di pasar domestik yang diproyeksikan tumbuh pesat 12% per tahun hingga 2029 (menurut RedSeer).

Aksi korporasi ini menambah panjang daftar perusahaan yang memanfaatkan reli pasar modal India. Hingga 30 September, perusahaan-perusahaan di India telah berhasil mengumpulkan dana sekitar 909,8 miliar rupee melalui IPO, melonjak dari 770,6 miliar rupee pada periode yang sama tahun lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya