6 Ribu Siswa di Malaysia Terjangkit Influenza, Banyak Sekolah Diliburkan

Guna mencegah penularan penyakit akibat virus influenza, beberapa sekolah di Malaysia diliburkan.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 14 Oktober 2025, 14:22 WIB
Ilustrasi kasus influenza di Malaysia naik sampai banyak sekolah diliburkan. (Unsplash/mkjr_)

Liputan6.com, Jakarta Sekitar 6 ribu siswa di Malaysia terjangkit influenza. Guna mencegah penularan penyakit akibat virus influenza yang meluas, beberapa sekolah pada siswa, guru dan staf diliburkan seperti mengutip keterangan Kementerian Pendidikan Malaysia.

Pengalaman menghadapi penyakit menular termasuk pandemi COVID-19 membuat pemerintah sana wanti-wanti agar penularan tidak meluas.

“Kami telah mengingatkan sekolah untuk mengikuti pedoman ini, mendorong penggunaan masker wajah, dan mengurangi aktivitas kelompok besar di antara siswa," kata Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Mohd Azam Ahmad pada hari Senin dalam video yang disiarkan berita lokal mengutip Channel News Asia, Selasa, 14 Oktober 2025.

Azam Ahmad tidak merinci berapa banyak sekolah yang ditutup, tetapi mengatakan infeksi terdeteksi di beberapa daerah di seluruh negeri.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan melaporkan 97 klaster influenza di seluruh negeri, naik dari 14 klaster pada minggu sebelumnya, dengan sebagian besar dilaporkan di sekolah dan taman kanak-kanak (TK).

Menurut laporan The Star, Selangor memiliki jumlah klaster tertinggi saat ini dengan 43 kasus. Lalu, diikuti oleh Kuala Lumpur dan Putrajaya (15), Penang (10), Johor (sembilan) dan Kedah (lima).

Kasus Influenza di Penang Tertinggi

Sebelumnya, Ketua Komite Kesehatan Negara Bagian Penang, Daniel Gooi, mengatakan kepada media lokal bahwa Penang paling parah terkena kasus penyakit mirip influenza di Malaysia.

Gooi mengatakan bahwa Penang mencatat 18 klaster influenza sejak awal tahun, dibandingkan dengan 19 klaster pada periode yang sama di tahun 2024.

“Pada periode yang sama tahun lalu, tingkat positif berada di antara 35,6 persen dan 51,1 persen. Kami juga melihat klaster pernapasan yang berkurang 52,4 persen dibandingkan dengan tahun 2024,” ujarnya seperti dikutip oleh The Star.

Gooi mengingatkan kasus biasanya meningkat menjelang akhir tahun.

“Kami memperkirakan lonjakan serupa, jadi kewaspadaan yang berkelanjutan sangatlah penting," pesannya.

 

Jalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Gooi pun mengingatkan kepada warga Malaysia untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Diantaranya dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Lalu, menerapkan etika batuk yang baik, dan memakai masker di tempat-tempat ramai di dalam ruangan.

Apa Itu Influenza?

Influenza (Foto dok: Freepik/jcomp).

Influenza atau flu sering kali disalahartikan sebagai batuk pilek biasa. Padahal, keduanya berbeda baik dari penyebab, gejala, maupun tingkat keparahannya.

Influenza disebabkan virus influenza yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, sementara common cold umumnya lebih ringan dan cepat sembuh.

Dokter spesialis anak konsultan pernapasan Nastiti Kaswandani mengatakan influenza dan common cold sama-sama menyerang saluran pernapasan tetapi tingkat keparahan gejalanya berbeda.

Pada common cold, penderita biasanya mengalami pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk ringan. Gejala ini cenderung hilang dalam beberapa hari.

Namun, influenza bisa menimbulkan demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot parah, hingga membuat pasien terbaring di tempat tidur selama lebih dari seminggu.

“Tidak semua batuk pilek itu influenza," kata Nastiti.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya