Presiden Mesir: Proposal Trump Jadi Peluang Terakhir untuk Perdamaian di Timur Tengah

Presiden Mesir juga menekankan bahwa solusi dua negara jadi satu-satunya jalan akhir menuju perdamaian.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 14 Oktober 2025, 14:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi dalam KTT di Sharm El Sheikh, Mesir, Senin, (13/10/2025). Pertemuan tersebut digelar untuk mendukung berakhirnya perang Israel–Hamas di Gaza yang telah berlangsung lebih dari dua tahun, setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata bersejarah. (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Kairo - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sissi menegaskan bahwa proposal perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan “kesempatan terakhir” bagi perdamaian di kawasan tersebut.

Ia juga kembali menyerukan penerapan solusi dua negara, menekankan bahwa rakyat Palestina berhak atas kemerdekaan mereka, dikutip dari laman Japan Today, Selasa (14/10/2025).

Pernyataan itu disampaikan El-Sissi dalam KTT para pemimpin dunia di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (14/10).

Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan memperkuat gencatan senjata di Gaza, mengakhiri perang Israel–Hamas, serta menyusun rencana jangka panjang untuk membangun kembali wilayah yang hancur akibat konflik.

Rencana Trump disebut membuka peluang bagi berdirinya negara Palestina, namun baru bisa diwujudkan setelah masa transisi di Gaza dan reformasi internal oleh Otoritas Palestina. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menolak kemerdekaan Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, El-Sissi juga menganugerahkan kepada Trump penghargaan sipil tertinggi Mesir.

KTT ini digelar di tengah tekanan internasional terhadap Israel dan Hamas agar melaksanakan fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang dinegosiasikan di Qatar. Meskipun gencatan senjata mulai berlaku sejak Jumat, banyak pihak masih meragukan bagaimana kelanjutan proses perdamaian ini.

Lebih dari 20 pemimpin dunia hadir dalam KTT tersebut, termasuk Raja Abdullah II dari Yordania, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden Prancis, dan Perdana Menteri Inggris.

Namun, baik Israel maupun Hamas tidak mengirim perwakilan. Netanyahu absen karena bertepatan dengan hari raya Yahudi, sementara Trump datang ke Mesir setelah kunjungan singkatnya ke Israel.

Sebelum KTT dimulai, pesawat kepresidenan AS Air Force One dikawal oleh jet tempur Mesir saat memasuki wilayah udara Sharm el-Sheikh. Setibanya di bandara, Trump disambut langsung oleh El-Sissi.

Dalam pidatonya di Israel, Trump menyerukan agar para anggota parlemen negeri itu memberi kesempatan bagi perdamaian. Kepada rakyat Palestina, ia mengatakan kini saatnya fokus pada pembangunan.

 

Komitmen Israel dan Hamas

Presiden Donald Trump saat berbicara kepada para wartawan di Ruang James Brady Press Briefing di Gedung Putih, Washington, DC pada Senin (11/8/2025). (Dok. AP/Alex Brandon)

Menjelang pertemuan, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menegaskan pentingnya komitmen penuh dari Israel dan Hamas terhadap fase pertama gencatan senjata agar negosiasi menuju fase kedua bisa dimulai.

Ia juga menekankan perlunya peran aktif Amerika Serikat, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan internasional di Gaza untuk menjaga stabilitas.

“Amerika perlu terlibat secara langsung, bahkan mungkin dengan pengerahan pasukan di lapangan,” ujarnya kepada Associated Press.

Tahap pertama kesepakatan ini mencakup penarikan sebagian pasukan Israel dari Gaza dan kepulangan warga Palestina yang sebelumnya mengungsi. Bantuan kemanusiaan juga mulai disiapkan untuk disalurkan ke wilayah yang selama berbulan-bulan tertutup akses.

Sementara tahap lanjutan akan mencakup pelucutan senjata Hamas, pembentukan pemerintahan pascaperang di Gaza, serta pembentukan pasukan keamanan Palestina yang baru dengan dukungan mitra internasional.

Abdelatty menambahkan bahwa pasukan internasional tersebut memerlukan mandat resmi dari Dewan Keamanan PBB, sementara Hamas tidak akan dilibatkan dalam masa transisi.

Sebagai gantinya, Gaza akan dikelola oleh komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang yang dipilih oleh Israel dan diawasi oleh “Dewan Perdamaian” yang diusulkan Trump.

 

 

Biaya Rekonstruksi Gaza

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Bandara Ben Gurion Airport di dekat Tel Aviv, Israel, pada Senin (13/10/2025). (Dok. AP/Ariel Schalit)

Isu pendanaan juga menjadi perhatian besar. Bank Dunia dan pemerintah Mesir memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai 53 miliar dolar AS. Mesir berencana menggelar konferensi internasional pada November untuk membahas bantuan tersebut.

Turki dan Yordania juga akan berperan penting, masing-masing dalam menengahi perjanjian dan melatih pasukan keamanan baru Palestina. Inggris berkomitmen memberikan bantuan senilai 20 juta poundsterling untuk penyediaan air bersih dan sanitasi di Gaza, serta menjadi tuan rumah konferensi rekonstruksi tiga hari.

Sejumlah pemimpin dunia turut hadir, termasuk Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Dewan Eropa António Costa, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Namun, Iran absen dari pertemuan itu.

Sharm el-Sheikh sendiri bukan tempat asing bagi diplomasi perdamaian. Kota di tepi Laut Merah ini telah menjadi saksi berbagai negosiasi penting antara Israel dan Palestina sejak dekade 1970-an. Kini, El-Sissi berharap pertemuan ini dapat membuka “lembaran baru perdamaian dan stabilitas regional” sesuai dengan visi yang diusung oleh Trump.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya