Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di lingkungan rumah seringkali menjadi ancaman serius bagi penghuni, terutama di daerah dengan banyak pepohonan atau perumahan tropis. Ular dapat masuk ke area rumah melalui berbagai celah, termasuk selokan depan rumah yang seringkali luput dari perhatian.
Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah dan pekarangan, ada beberapa strategi efektif yang bisa diterapkan. Dengan beberapa langkah sederhana, Anda bisa membuat halaman tetap aman dan bebas dari reptil menjalar ini.
Advertisement
Seperti dilansir Liputan6.com dari Homes and Gardens, Senin (13/10/2025), ahli taman Reese Robbins membagikan beberapa trik alami favoritnya untuk mengusir ular tanpa menyakiti mereka.
Tanda-Tanda Ada Ular di Halaman Rumah Anda
Ahli taman Reese Robbins menjelaskan bahwa ada beberapa tanda khas yang bisa menunjukkan keberadaan ular di halaman rumah. Salah satunya adalah kulit ular yang terkelupas, biasanya bertekstur kering dan tipis seperti kertas, yang bisa ditemukan di sekitar batu, tumpukan kayu, atau pot tanaman.
Selain itu, jejak berbentuk huruf "S" di tanah berdebu atau berpasir juga bisa menjadi petunjuk. Meskipun sulit dikenali, pola melingkar ini sering terlihat oleh tukang kebun atau siapa pun yang berjalan tanpa alas kaki di tanah lembut.
Menariknya, hilangnya tikus, katak, atau hewan kecil lain secara tiba-tiba juga bisa menandakan adanya ular di sekitar rumah. Ular merupakan predator alami yang efektif mengendalikan hama kecil tersebut.
Cara Menata Halaman Rumah untuk Cegah Ular Masuk
Mengusir ular tidak harus menggunakan bahan kimia yang bisa merusak tanaman. Menurut ahli taman, Reese Robbins, cara alami jauh lebih aman dan ramah lingkungan. Di antaranya menata halaman rumah agar ular tak berani masuk.
1. Potong Rumput Secara Rutin
Rumput tinggi menjadi tempat favorit ular untuk bersembunyi dari panas dan predator. Dengan menjaga rumput tetap pendek dan rapi, ular akan merasa tidak nyaman karena area menjadi lebih terbuka. Hindari juga menanam rumput hias yang terlalu lebat, dan gunakan alat pemangkas untuk membersihkan tepi taman dari tempat persembunyian ular.
2. Bersihkan Area Halaman dari Barang Menumpuk
Tumpukan kayu, batu, pot bekas, atau peralatan berkebun yang berantakan bisa menjadi tempat teduh bagi ular. Singkirkan barang yang tidak terpakai dan simpan alat kebun dengan rapi agar halaman tidak tampak menarik bagi reptil ini.
3. Batasi Sumber Air
Air menggenang menarik katak dan tikus, makanan favorit ular. Pastikan tidak ada selang bocor, wadah air peliharaan yang dibiarkan di luar, atau kolam yang airnya tergenang. Jika Anda memiliki kolam taman, gunakan pompa agar air terus mengalir dan tetap bersih.
4. Gunakan Pengusir Alami
Beberapa aroma kuat seperti minyak cengkih, minyak kayu manis, atau belerang dapat membantu mengusir ular. Namun, hasilnya bisa bervariasi, jadi sebaiknya kombinasikan dengan cara lain. Anda juga bisa menanam tanaman pengusir hama seperti marigold dan rosemary untuk perlindungan alami tambahan.
5. Tutup Celah dan Lubang di Sekitar Rumah
Periksa pagar, gudang, atau garasi dari celah yang bisa dijadikan tempat persembunyian ular. Tutup lubang atau retakan dengan bahan penutup pintu atau karet pelapis. Periksa secara rutin untuk memastikan tidak ada celah baru yang muncul.
FAQ
Apa tanda-tanda kalau ada ular di halaman rumah?
Kulit ular yang terkelupas, jejak berbentuk huruf "S" di tanah, atau berkurangnya hewan kecil seperti tikus dan katak bisa menjadi tanda kehadiran ular.
Apakah ular berbahaya bagi taman?
Tidak selalu. Ular justru membantu mengendalikan populasi hama seperti tikus dan katak, meski tetap perlu diwaspadai jika jumlahnya banyak.
Bagaimana cara alami paling efektif mengusir ular?
Menjaga rumput tetap pendek, membersihkan area dari tumpukan barang, serta menyingkirkan sumber air yang menarik ular adalah langkah paling efektif.
Apakah ada tanaman yang bisa membantu mengusir ular?
Ada, seperti marigold dan rosemary yang memiliki aroma kuat dan tidak disukai ular.
Bolehkah menggunakan bahan kimia untuk mengusir ular?
Sebaiknya hindari. Gunakan cara alami seperti minyak cengkih atau minyak kayu manis agar lebih aman bagi manusia, hewan peliharaan, dan tanaman.