Mbappe Ungkap Bedanya Ancelotti dan Xabi Alonso: Dua Generasi, Satu Tujuan di Real Madrid

Kylian Mbappe menjelaskan perbedaan Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso di Real Madrid. Dua generasi pelatih dengan karakter kontras, tapi sama-sama ingin membawa Los Blancos ke puncak.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 13 Oktober 2025, 11:22 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Osasuna pada laga pekan perdana La Liga di Stadion di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Kylian Mbappe mengungkapkan pandangannya tentang dua sosok pelatih yang membentuk masa kini dan masa depan Real Madrid: Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso.

Dalam wawancara terbarunya, striker asal Prancis itu menilai keduanya mewakili dua generasi yang berbeda, namun punya satu tujuan yang sama, membawa Real Madrid tetap berada di puncak dunia sepak bola.

“Mereka adalah dua pribadi yang berbeda. Keduanya punya pengalaman hidup yang berbeda juga. Dua generasi pelatih yang berpapasan,” ujar Mbappe.

“Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah. Saat Anda masuk ke ruang ganti yang dipimpinnya, Anda akan merasa bahagia. Ia selalu dekat dengan para pemain dan selalu berusaha membantu.”


Perbandingan Ancelotti dan Alonso

Carlo Ancelotti memimpin skuad Real Madrid saat bertandang ke markas Atletico Madrid, Senin (25/9/2023) dini hari WIB. (Dok. Real Madrid)

Mbappe kemudian membandingkan Ancelotti dengan penggantinya. “Xabi juga sangat ingin membantu, tapi dia pelatih yang lebih muda. Ia masih harus banyak membuktikan, sementara Carlo tidak perlu membuktikan apa pun lagi,” katanya sambil tertawa kecil.

“Xabi jauh lebih muda dan Anda bisa melihat bahwa dia ingin menunjukkan kemampuannya, ingin mencapai sesuatu bersama Real Madrid. Ini adalah kesempatan besar pertamanya di klub terbaik di dunia."

"Kami akan berusaha membantunya, menjalankan apa yang dia inginkan dari kami, dan memenangkan sebanyak mungkin gelar untuk Real Madrid," lanjut Mbappe.

Ucapan Mbappe mencerminkan dua sisi yang kini hidup di dalam skuad Los Blancos. Di satu sisi, ada warisan kebijaksanaan Ancelotti, pelatih berpengalaman yang membawa ketenangan dan rasa aman di ruang ganti.

Di sisi lain, ada semangat muda Alonso, pelatih yang datang dengan ide segar dan keinginan besar untuk menciptakan eranya sendiri di Santiago Bernabeu.


Gaya Bermain Real Madrid di Bawah Alonso

Penyerang Brasil Real Madrid, Endrick (kiri), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekannya selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) antara Real Madrid CF dan RC Celta de Vigo di stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada Jumat (17/1/2025). (JAVIER SORIANO / AFP

Sejumlah laporan dari Spanyol menyebut Alonso ingin menanamkan gaya bermain lebih dinamis dan intens. Bahkan ia tak segan melakukan rotasi terhadap pemain bintang.

“Akan ada pertandingan di mana Mbappe tidak menjadi starter, dan itu hal yang wajar,” ujar Alonso dalam konferensi pers, menegaskan bahwa tidak ada pemain yang kebal dari keputusan taktisnya.

Sementara itu, Mbappe menanggapinya dengan positif. Ia mengaku menikmati metode latihan Alonso dan merasa sedang mempelajari banyak hal baru. “Saya sedang belajar hal-hal baru bersamanya. Ia memberikan kesan yang sangat baik pada saya,” kata Mbappe seperti dikutip AS.

Dari caranya berbicara, jelas Mbappe tidak sekadar memuji dua pelatihnya, ia sedang menggambarkan dua era Real Madrid: masa keemasan yang dibentuk Ancelotti, dan masa depan yang kini tengah dirancang Xabi Alonso.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya