Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump pada hari Minggu (12/10/2025) memperingatkan Rusia bahwa dia mungkin akan mengirimkan rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina jika Moskow tidak segera menyelesaikan perangnya di sana — menyiratkan bahwa dia bisa saja siap untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Vladimir Putin dengan menggunakan sistem senjata utama tersebut.
"Tomahawk itu senjata yang sangat ampuh dan ofensif — terus terang, Rusia pasti tidak ingin berurusan dengan itu," kata Trump kepada wartawan di Air Force One saat dalam penerbangan menuju Israel seperti dikutip Associated Press.
Advertisement
Komentar tersebut muncul setelah Trump berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Trump mengatakan bahwa dia telah menyinggung kemungkinan pengiriman Tomahawk dalam percakapan itu.
"Apakah mereka ingin Tomahawk mengarah ke arah mereka? Saya rasa tidak," ungkap Trump tentang Rusia.
Pernyataan itu juga muncul pasca Rusia menyerang jaringan listrik Ukraina, bagian dari serangan berkelanjutan untuk melumpuhkan infrastruktur energi Ukraina menjelang musim dingin.
Putin sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa langkah Amerika Serikat (AS) untuk memasok rudal jarak jauh ke Ukraina akan sangat merusak hubungan antara Moskow dan Washington.
Ukraina Menantikan Jawaban Trump
Sementara itu, Zelenskyy menggambarkan panggilan telepon terbarunya dengan Trump sangat produktif dan mengatakan bahwa keduanya membahas penguatan pertahanan udara, ketahanan, dan kemampuan jarak jauh Ukraina, serta rincian yang berkaitan dengan sektor energi.
Dalam wawancara dengan program "The Sunday Briefing" di saluran Fox News setelah panggilannya dengan Trump, Zelenskyy ditanya apakah Trump telah menyetujui pengiriman Tomahawk dan dia menjawab, "Kami sedang mengusahakannya."
"Saya menunggu presiden untuk berkata ya," sebut Zelenskyy. "Tentu saja kami mengandalkan keputusan seperti itu, tapi kita lihat saja nanti. Kita lihat saja nanti."
Presiden Ukraina itu mengatakan pada hari Jumat (10/10) bahwa dia sedang melakukan pembicaraan dengan pejabat AS mengenai kemungkinan penyediaan berbagai senjata serangan presisi jarak jauh, termasuk Tomahawk dan lebih banyak lagi rudal balistik taktis ATACMS.
Reaksi Rusia
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam pernyataannya yang dipublikasikan pada hari Minggu bahwa isu Tomahawk menjadi perhatian yang sangat serius. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut.
Trump dalam beberapa minggu terakhir telah mengambil sikap yang jauh lebih tegas terhadap Putin, setelah pemimpin Rusia itu menolak untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Zelenskyy guna meredakan pertempuran.
Bulan lalu, Trump mengumumkan bahwa dia kini percaya Ukraina bisa merebut kembali seluruh wilayahnya yang hilang — sebuah perubahan besar dari seruannya yang berulang kali agar Kyiv membuat konsesi untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.
Namun, sejauh ini Trump masih menahan diri terhadap permintaan Zelenskyy untuk Tomahawk. Senjata itu akan memungkinkan Ukraina menyerang lebih jauh ke dalam wilayah Rusia dan memberikan tekanan yang menurut Zelenskyy dibutuhkan agar Rusia mau serius terlibat dalam pembicaraan damai.
Berbicara di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan bahwa dia yakin Putin akan tampak hebat jika dia berhasil menyelesaikan perang ini, seraya menambahkan, “Namun, jika tidak, hal itu tidak akan baik baginya.”