Kalah dari Irak, Jay Idzes Soroti Kepemimpinan Wasit Asal China

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes memberikan sorotan kepada kepemimpinan wasit asal China, Ma Ning di laga Timnas Irak vs Timnas Indonesia.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 12 Oktober 2025, 08:02 WIB
Pemain Timnas Irak, Mohandad Ali (tengah), mengoper bola saat pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengejar dalam pertandingan kualifikasi Grup B Piala Dunia antara Irak dan Indonesia di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12-10-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Ali Issa)

Liputan6.com, Jakarta Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes memberikan sorotan kepada kepemimpinan wasit asal China, Ma Ning di laga Timnas Irak vs Timnas Indonesia. Ia menilai Timnas Indonesia banyak dirugikan oleh keputusan sang wasit.

Dini hari tadi, Timnas Indonesia memainkan pertandingan kedua grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Di pertandingan ini, Skuad Garuda berhadapan dengan Timnas Irak di King Abdullah Sports City Stadium.

Di laga ini, Timnas Indonesia harus kalah dari Timnas Irak dengan skor 1-0. Namun sepanjang laga, wasit Ma Ning asal China membuat beberapa keputusan kontroversial yang cukup merugikan Timnas Indonesia.

Salah satunya adalah di masa injury time, ia memberikan kartu kuning kedua kepada Zaid Tahseen yang melakukan pelanggaran terhadap Kevin Diks di kotak terlarang. Namun anehnya, sang wasit tidak memberikan penalti kepada Timnas Indonesia saat itu, karena ia menilai Kevin Diks melakukan pelanggaran terlebih dahulu pada insiden tersebut.

Simak komentar lengkap Idzes terkait kepemimpinan sang wasit di bawah ini.


Tidak Bisa Dibenarkan

Pemain Timnas Irak, Zaid Tahseen (kanan), ditantang oleh pemain Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dalam pertandingan babak keempat Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12-10-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Ali Issa)

Dalam wawancaranya seusai laga, Idzes mengaku kesal dengan kepemimpinan sang wasit. Ia menilai beberapa keputusan yang dibuat Ma Ning merugikan Timnas Indonesia.

"Saya selalu mencoba untuk menghormati semua orang yang ada di lapangan, baik itu pemain ,wasit, organisasi, semuanya," buka Idzes.

"Namun, hari ini ada sesuatu yang terjadi di atas lapangan dan saya rasa wasit mengambil keputusan yang tidak benar. Namun pada akhirnya wasit sudah mengambil keputusan dan kami harus menerima itu."


Tetap Menghormati

Pemain Timnas Irak, Bashar Resan (kanan), ditantang oleh pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho, dalam pertandingan sepak bola babak keempat Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Irak dan Indonesia di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12-10-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Ali Issa)

Lebih lanjut, Jay menyebut bahwa wasit adalah pemegang otoritas tertinggi di lapangan. Semua keputusan yang diambil harus dipatuhi oleh semua yang terlibat dalam pertandingan.

Itulah mengapa bek yang memperkuat Sassuolo itu mengaku tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menerima keputusan wasit dengan lapang dada.

"Saya mencoba untuk berbicara dengan rasa hormat kepada wasit dan meskipun mereka membuat keputusan-keputusan yang tidak menguntungkan kami, kami harus tetap menghormati mereka," pungkas kapten Timnas Indonesia itu.


Mimpi Berakhir

Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, dalam duel melawan Chinese Taipei pada FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo, Jakarta, Jumat (6/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Kekalahan 1-0 melawan Timnas Irak itu menyudahi mimpi Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2026.

Kekalahan itu memastikan Skuad Garuda finish sebagai juru kunci grup B dengan raihan nol poin dari dua laga.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya