Liputan6.com, Jakarta - Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa dari massa yang mengatasnamakan Aliansi Muslim Bela Palestina (AMBP) pada saat akhir pekan, Sabtu (11/10/2025).
"Kekuatan pengamanan wilayah Jakarta Pusat 852 personel," kata Kasi Humas Polres Metro Jakpus Ipda Ruslan Basuki, Sabtu (11/10/2025).
Advertisement
Apel pengamanan telah dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB. Rencananya massa akan menyampaikan aspirasinya di Silang Monas Tenggara, Jakarta Pusat.
Ruslan menegaskan pengamanan akan dilakukan secara persuasif.
"Silakan berorasi dengan tertib, jangan memprovokasi, jangan melawan petugas, dan mari kita hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum,” kata Ruslan.
Ruslan menambahkan, menyuarakan pendapat di muka umum adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Namun aksi demo harus dilakukan damai.
"Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik," tandas Ruslan.
Sebelumnya, satu per satu persidangan etik di balik tragedi kematian Affan Kurniawan, driver ojol, rampung digelar. Affan tewas usai ditabrak dan dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob.
Peristiwa itu terjadi pada saat demo 28 Agustus 2025. Tepat di saat unjuk rasa pembubaran DPR yang semula berjalan kondusif berubah menjadi anarkis. Massa dalam jumlah banyak turun ke jalan meski sudah memasuki batas waktu unjuk rasa.
Mereka terlibat saling serang dengan petugas yang berjaga. Petugas coba melakukan pembubaran dengan melepaskan tembakan gas air mata.
Massa bukannya mundur teratur. Mereka memecah konsentrasi dengan lari kocar kacir ke banyak tempat. Salah satu titik konsentrasi massa di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sidang Selesai, Begini Nasib Para Anggota Brimob di Mobil Rantis Tabrak Affan Kurniawan Saat Demo Ricuh
Saling serang terus terjadi. Dalam keadaan sengit di malam mencekam itulah, Affan yang disebut-sebut sedang mengantarkan pesanan makanan malah menjadi korban.
Padahal, dia sama sekali tak ada kaitan dengan ketegangan malam itu. Hanya berniat tetap menjalankan tugasnya meski sadar kondisi mengancam nyawa.
Affan berada di tengah kekacauan di Jalan Pejompongan malam itu. Tidak terlalu jelas kepada siapa pesanan itu akan diantarkan. Tetapi saat berusaha menyeberang jalan, ketika itulah mobil rantis Brimob yang hendak membubarkan massa melaju kencang.
Tubuh Affan yang mengenakan jaket ojek online ditabrak. Kendaraan rantis sempat berhenti ketika ban depan mengenai tubuh Affan. Sayang, tidak ada pertolongan yang dilakukan, malah terus melaju hingga melindas badan Affan dan menjauh dari lokasi kejadian.
Kapolri hingga Presiden Prabowo Turun Tangan
Kejadian ini menyita perhatian masyarakat luas. Kapolri Jenderal Listyo Sigit langsung menyampaikan permintaan maaf atas ulah anak buahnya. Dia juga sempat menemui keluarga Affan di rumah sakit. Menyampaikan duka cita secara langsung.
"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya," tutur Listyo saat dikonfirmasi wartawan.
Tak hanya Kapolri, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian serius pada peristiwa tersebut. Dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas yang terjadi. Prabowo juga memastikan kehidupan keluarga Affan akan ditanggung negara mengingat pemuda tersebut adalah tulang punggung keluarganya.
"Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Prabowo kala itu.
Presiden bahkan menyampatkan waktu melayat ke rumah duka Affan.
Tak hanya menyampaikan duka cita, peristiwa yang menyita perhatian publik ini juga dipastikan diproses. Propam Mabes Polri langsung bekerja melakukan penyelidikan.
Diketahui, ada tujuh orang di dalam mobil rantis yang menabrak Affan. Mereka adalah Kompol Kosmas, Bripka Rohmad, Aipda Rohyani, Briptu Danang Setiawan, Briptu Mardin, Bharaka Jana Edi, dan Bharaka Yohanes David.