Perbandingan Jejak Kepelatihan Patrick Kluivert dan Graham Arnold: Siapa Lebih Berpengalaman di Pinggir Lapangan?

Timnas Indonesia dan Irak akan saling berhadapan dalam laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 10 Oktober 2025, 20:56 WIB
Ekspresi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, saat melawan Timnas China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia dan Irak akan saling berhadapan dalam laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.

Pertarungan ini tak hanya menjanjikan tensi tinggi di lapangan, tetapi juga menjadi duel taktik antara dua pelatih dengan latar belakang dan perjalanan karier yang kontras: Patrick Kluivert dan Graham Arnold.

Kedua pelatih membawa pendekatan, pengalaman, dan filosofi berbeda yang berpotensi menentukan arah permainan masing-masing tim.

Berikut perbandingan perjalanan karier dan capaian dua sosok tersebut di dunia kepelatihan.


Perjalanan Karier Patrick Kluivert

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, memimpin langsung sesi latihan pertama di lapangan latihan King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Jumat (4/10/2025) malam waktu setempat. (Dok. Timnas Indonesia)

Patrick Kluivert datang menakhodai Timnas Indonesia dengan ambisi besar: membawa Skuad Garuda mewujudkan impian tampil di Piala Dunia 2026.

Sebagai legenda sepak bola Belanda dan mantan striker andalan Barcelona, nama Kluivert sudah lama dikenal luas. Namun, kiprahnya sebagai pelatih baru benar-benar diuji saat ia memutuskan menerima tantangan menukangi tim nasional Indonesia.

Semasa menjadi pemain, Kluivert sukses mengantarkan Ajax Amsterdam juara Liga Champions dan menjadi mesin gol bagi Barcelona pada awal 2000-an. Di level internasional, ia sempat menyabet gelar top skor Euro 2000 serta menjadi tumpuan utama lini depan Timnas Belanda. Pengalaman itulah yang membentuk wawasan taktisnya di dunia kepelatihan.

Karier kepelatihannya dimulai pada 2009 bersama AZ Alkmaar sebagai pelatih penyerang. Setelah itu, ia sempat menjadi asisten di Brisbane Roar dan Timnas Belanda di bawah arahan Louis van Gaal.

Kluivert juga pernah menahkodai FC Twente II, memimpin Ajax U-19, serta menduduki jabatan Direktur Olahraga di klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Selain di level klub, pelatih berusia 49 tahun ini juga punya pengalaman internasional sebagai pelatih kepala Timnas Curacao, asisten di Timnas Kamerun, dan pelatih Adana Demirspor di Liga Turki sebelum akhirnya dipercaya menggantikan Shin Tae-yong di awal 2025.

Lanjut Baca:

Capaian terbaiknya sejauh ini adalah membawa Jong Twente menjuarai Eredivisie Junior pada 2012 dan ikut berperan dalam kesuksesan Belanda menempati posisi ketiga di Piala Dunia 2014 saat menjadi asisten Van Gaal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya