Dua Pekan Berlalu, Kasus Keracunan MBG di Tuban masih Gelap

Enam pelajar SMK di Tuban mengalami keracunan usai menyantap MBG. Dua pekan berlalu, kasus ini masih gelap.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 10 Oktober 2025, 18:40 WIB
Korban keracunan MBG di Tuban

Liputan6.com, Jakarta Dua pekan telah berlalu sejak enam pelajar SMK Negeri Palang, Kabupaten Tuban, diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi goreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, penyebab pasti peristiwa tersebut belum juga diungkap polisi.

Polisi menyebut hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa sudah keluar. Hanya saja, penyidik masih menunggu hasil observasi medis dari rumah sakit untuk memastikan keterkaitan antara hasil lab dengan kondisi para siswa.

"Sudah (hasil lab keluar), namun hasil tersebut masih harus dijelaskan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander, Jumat (10/10/2025).

Dia menambahkan, ppolisi telah meminta keterangan tambahan dari rumah sakit mengenai hasil observasi medis terhadap para pelajar.

"Saat ini kami masih menunggu keterangan resmi dari rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, Roikan belum memberikan penjelasan terkait hasil observasi medis yang dilakukan oleh tim medis rumah sakit.

Namun sebelumnya, dia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi evaluasi serius bagi penyelenggara dapur MBG (Sentra Penyedia Pangan Gizi/SPPG). Dia meminta seluruh penyedia makanan segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan sebagai bentuk komitmen menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan.

"Imbauan dari BGN, seluruh SPPG segera dilakukan pengurusan SLHS,” tegasnya.

Diketahui, kasus ini bermula pada Rabu (24/9/2025), para siswa SMKN Palang menerima MBG berupa nasi goreng, telur mata sapi, tahu, dua buah anggur dan irisan timun.

Usai makan, enam pelajar yang terdiri dari lima siswi dan satu siswa, mendadak mengalami pusing, mual, hingga muntah darah diduga keracunan makanan MBG. Kemudian, mereka dilarikan ke RSUD dr Koesma Tuban.

Berdasarkan keterangan beberapa siswa, nasi goreng yang disajikan diduga sudah basi karena tampak lengket dan berair. Mereka bahkan sempat meminta ganti food tray, namun makanan pengganti disebut memiliki kondisi serupa.

Menu tersebut disiapkan oleh SPPG Yayasan Al Falah Gesikharjo, yang kini turut menjadi perhatian dalam penyelidikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya