Keluarga Glazer Dikabarkan Siap Lepas Manchester United, Turki Al-Sheikh Bocorkan Kesepakatan Rahasia

Turki Al-Sheikh menghebohkan publik usai menyebut Manchester United hampir dijual ke investor baru.

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 11 Oktober 2025, 12:00 WIB
Bendera sepak pojok berlogo Manchester United di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta - Promotor olahraga asal Arab Saudi, Turki Al-Sheikh membuat heboh jagat media sosial setelah mengungkapkan bahwa keluarga Glazer sedang mendekati kesepakatan untuk menjual Setan Merah kepada “investor baru.”

Al-Sheikh adalah kepala Otoritas Hiburan Umum (General Entertainment Authority) dan berperan dalam menghadirkan sejumlah acara olahraga kelas dunia ke Arab Saudi.

Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak klub. Terlepas dari benar atau tidaknya rumor ini, para penggemar yang tergabung dalam “Glazers Out” tampaknya akan kembali aktif menyerukan agar keluarga Glazer melepas kepemilikan mereka atas Setan Merah.

Keluarga Glazer masih memegang 69 persen saham dan menguasai 97 persen hak suara Manchester United, memberi mereka kendali penuh atas klub. Meski sebagian operasional sepak bola kini ditangani Sir Jim Ratcliffe, namun kepemilikan mayoritas tetap di tangan Keluarga Glazer.


Kepemilikan Manchester United

Sebagaimana diketahui, penjualan saham Glazer ini tampaknya merupakan respons dari pemilik klub atas desakan para penggemar Manchester United. Para penggemar Setan Merah sendiri kini tengah melancarkan aksi protes dengan mengancam akan mengosongkan Old Trafford pada laga kontra Liverpool nanti. (AFP/Valery Hache)

Saat ini keluarga Glazer telah menguasai Manchester United selama hampir dua dekade sejak mengambil alih saham dari investor Irlandia, JP McManus dan John Magnier.

Pada Februari 2024, miliarder Inggris Sir Jim Ratcliffe melalui perusahaannya, INEOS, resmi menjadi pemegang saham minoritas kepemilikan. Artinya, Sir Jim Ratcliffe bersama grup bisnisnya yaitu INEOS bakal bertanggung jawab atas semua aspek sepak bola pria, putri, dan akademi Manchester United. 

Kepemilikan saham Sir Jim Ratcliffe pun sudah bertambah menjadi 28,94 persen pada Desember 2024. 


Isu Penjualan MU Mencuat, Tapi Pemilik Klub Masih Bungkam

Harga saham Manchester United saat ini dilaporkan juga sedang mengalami kenaikan tajam di New York Stock Exchange. Saham ditutup pada $13,69 (£11,36), atau naik 7,1 persen. Semua kesepakatan untuk menjual saham minoritas diperkirakan tidak akan selesai sampai bulan September mendatang. (AFP/Valery Hache)

Rumor mengenai penjualan Manchester United kembali mencuat dengan cukup sensasional. Melalui unggahan di media sosialnya, Turki Al-Sheikh menulis pesan: “Berita terbaik yang saya dengar hari ini adalah bahwa Manchester United kini berada pada tahap lanjutan untuk menyelesaikan kesepakatan penjualan klub kepada investor baru. Saya berharap pemilik baru akan lebih baik dari yang sebelumnya.”

Pernyataan tersebut dianggap sebagai sindiran halus terhadap Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer. Namun hingga kini, Manchester United masih belum memperoleh pendanaan yang dibutuhkan untuk proyek pembangunan stadion baru mereka.

Kebenaran klaim Al-Sheikh pun masih diragukan, sebab belum ada pernyataan resmi dari pihak klub. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda nyata terkait proses penjualan dari Old Trafford.


Harapan Fans Manchester United

Kemenangan 2-1 atas Liverpool tidak menyurutkan niat para suporter yang sudah tak puas dengan keluarga Glazer selaku pemilik klub. Di luar Old Trafford mereka melancarkan demonstrasi. Sementara yang di dalam bernyanyi dengan nada protes. (AFP/Anthony Devlin)

Unggahan Turki Al-Sheikh itu langsung banyak menyita perhatian publik, dengan hampir dua juta tayangan hanya dalam waktu singkat. Ribuan pendukung Manchester United itu membanjiri kolom komentar dengan berbagai reaksi penuh antusiasme dan harapan akan perubahan di klub kesayangan mereka tersebut.

Respons besar ini mencerminkan betapa kuatnya keinginan fans untuk melihat berakhirnya era kepemilikan keluarga Glazer, yang selama bertahun-tahun kerap menjadi sasaran kritik karena dianggap lebih berfokus pada keuntungan finansial ketimbang prestasi di lapangan.

Mereka berharap, pergantian pemilik bisa menjadi titik balik kebangkitan Manchester United setelah bertahun-tahun terpuruk dalam inkonsistensi performa dan kegagalan meraih trofi besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya