Sekolah Internasional Kelapa Gading Diteror Bom, Pramono Anung: Kita Tegas Melawan Itu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemprov DKI Jakarta mendukung langkah tegas aparat kepolisian dalam menyikapi ancaman bom yang diterima pihak NJIS, Kelapa Gading.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 10 Oktober 2025, 14:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung langkah tegas aparat kepolisian dalam menyikapi ancaman bom yang diterima pihak sekolah internasional di Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung langkah tegas aparat kepolisian dalam menyikapi ancaman bom yang diterima pihak sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu 8 Oktober 2025 dini hari.

Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta tidak akan mentolerir bentuk teror apa pun yang mengganggu keamanan warga ibu kota.

Ia menegaskan pihaknya mendorong aparat penegak hukum menindak pelaku yang bertanggungjawab atas ancaman bom tersebut.

"Kalau ada teror dalam bentuk apa pun di Jakarta Utara, tentunya kami pemerintah DKI Jakarta meminta kepada siapapun yang melakukan itu untuk ditindak. Dan kita dengan tegas mengatakan kita melawan itu," ujar Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Ia menyatakan, keamanan dan kenyamanan warga DKI Jakarta menjadi prioritas utama. Menurutnya, kebersamaan dan keberagaman masyarakat Jakarta harus dijaga agar tidak terganggu oleh tindakan teror.

"Saya selalu berkeinginan bagi masyarakat Jakarta hidup aman-nyaman, kebersamaan, kebhinekaan itu merupakan hal yang paling esensi, paling utama. Sehingga kami pasti akan menangani itu," ucap Pramono.

Sebelumnya, Jakarta Sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal pada Rabu 8 Oktober 2025.

Aparat kepolisian turun tangan dan hasilnya hoaks. Kini polisi memburu pelaku. Dalam ancamannya, pelaku meminta tebusan sebesar USD 30.000. Uang itu harus dikirim lewat mata uang kripto.

"Ancaman lewat WA (WhatsApp) nomor Nigeria. Mereka minta transfer lewat kripto ke salah satu wallet address. Minta uangnya lewat kripto nilainya sekitar USD 30.000," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra dalam keterangannya, Rabu 8 Oktober 2025.

 

Tengah Ditelusuri Polisi 

Ilustrasi Bom. (Freepik/Kjpargeter)

Polisi kini tengah menelusuri asal usul akun dan alamat wallet kripto yang digunakan pelaku. Penyelidikan dilakukan bersama Wakil Ketua Umum ABI bidang Aset Kripto, Mohammad Naufal Alvira.

Dari hasil koordinasi, sebanyak 30 crypto exchange terdaftar di Indonesia telah diperiksa. Hasilnya, nihil.

"Hasil koordinasi dan pengecekan kepada pak Mohammad Naufal Alvira selaku Vice Chairman of Crypto Asset. Wallet address yang dimaksud tidak ditemukan atau wallet address tersebut tidak valid. Sehingga hasil tidak ditemukan / tidak ada pada crypto exchange local (yang ada di indonesia)," ucap dia.

 

Ini Isi Teror Ancaman Bom ke 2 Sekolah Internasional di Tangerang, Pelaku juga Minta Uang USD 30.000

Ilustrasi Bom

Pelaku teror ancaman bom ke sekolah Internasional di Tangerang memiliki modus yang sama dengan yang dilakukan pada sekolah Internasional di Kelapa Gading. Pelaku meminta uang USD 30.000.

Dua sekolah yang mendapat ancaman tersebut, yakni Jakarta Nanyang School Pagedangan, Kabupaten Tangerang dan Mentari Internasional School (MIS), Kota Tangerang Selatan, Banten.

Ancaman bom yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp dan surat elektronik e-mail oleh orang misterius ke dua sekolah internasional di wilayah Tangerang, Banten, pada Selasa 7 Oktober 2025. Pelaku meminta uang tebusan senilai 30.000 USD terhadap sasarannya.

"Pesan ini untuk semua orang, kita telah memasang bom di sekolah kalian. Bom tersebut mulai dalam 45 menit. Bila kamu tidak setuju untuk membayar kami senilai USD 30.000 ke alamat bitcoin kami," tulisnya dalam pesan singkat ancaman itu.

Peneror menggunakan kode telepon +234. Dia juga menyampaikan ancaman bakal meledakkan bom bila tuntutannya tidak terpenuhi.

"Bila kamu tidak mengirimkan uang tersebut , kami akan segera meledakkan perangkat itu. Telpon polisi kami akan meledakkan perangkat di tempat itu," tulisnya lagi.

 

Peneror NJIS di Jakarta Utara Minta USD 30.000

Ilustrasi bom. (Unsplash/Zeferli)

Diberitakan sebelumnya, setelah dua sekolah internasional di Tangerang, giliran Sekolah internasional North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal pada Rabu 8 Oktober 2025.

Polisi turun tangan dan hasilnya hoaks. Kini polisi memburu pelaku. Dalam ancamannya, pelaku meminta tebusan sebesar USD 30.000. Uang itu harus dikirim lewat mata uang kripto.

"Ancaman lewat WA (WhatsApp) nomor Nigeria. Mereka minta transfer lewat kripto ke salah satu wallet address. Minta uangnya lewat kripto nilainya sekitar 30.000 USD," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra dalam keterangannya, Rabu 8 Oktober 2025.

Polisi kini tengah menelusuri asal usul akun dan alamat wallet kripto yang digunakan pelaku. Penyelidikan dilakukan bersama Wakil Ketua Umum ABI bidang Aset Kripto, Mohammad Naufal Alvira. Dari hasil koordinasi, sebanyak 30 crypto exchange terdaftar di Indonesia telah diperiksa. Hasilnya, nihil.

"Hasil koordinasi dan pengecekan kepada pak Mohammad Naufal Alvira selaku Vice Chairman of Crypto Asset. Wallet address yang dimaksud tidak ditemukan / wallet address tersebut tidak valid. Sehingga hasil tidak ditemukan / tidak ada pada crypto exchange local (yang ada di indonesia)," ucap dia.

teror bom di dunia sepakbola dalam sejarah (liputan6.com/tri yasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya