Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) melonjak pada perdagangan Kamis, (9/10/2025). Kenaikan harga saham FUTR terjadi di tengah lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan data RTI, harga saham FUTR naik 9,77% menjadi Rp 730 per saham. Harga saham FUTR dibuka bertambah 65 poin ke posisi Rp 730 per saham. Saham FUTR berada di level tertinggi dan terendah Rp 730 per saham. Total frekuensi perdagangan 426 kali dengan volume perdagangan 215.935 saham. Nilai transaksi Rp 15,9 miliar.
Advertisement
Sementara itu, IHSG ditutup menyentuh rekor tertinggi. IHSG melambung 1,04% ke posisi 8.250,93. Indeks LQ45 bertambah 1,95% ke posisi 800,14. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.272,63 dan level terendah 8.159,94. Sebanyak 433 saham menguat sehingga angkat IHSG. 229 saham melemah dan 135 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 3.077.987 kali dengan volume perdagangan 37,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 30,3 triliun.
Adapun pergerakan saham FUTR cenderung menguat dalam lima hari terakhir. Harga saham FUTR melonjak 32,73%. Sementara itu, secara year to date (ytd),harga saham FUTR meroket 370,97%.
Ada Pengendali Baru
Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terhadap manajemen FUTR seiring pengendali baru Perseroan yakni PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) dan rencana bisnis ke energi hijau.
Dalam penjelasan kepada BEI seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Perseroan menyatakan studi kelayakan bisnis atas bisnis energi baru terbarukan (EBT) sedang dalam proses persiapan oleh Perseroan bersama-sama dengan pengendali baru.
"Hal ini akan disampaikan pada saat RUPS terkait perubahan kegiatan usaha dan juga rencana rights issue yang ditargetkan akan dilaksanakan 2026,” demikian seperti dikutip.
Perseroan mengatakan fokus pengembangan bisnis energi baru terbarukan (EBT) melalui anak usaha PT Sejahtera Alam Energy (SAE).
"Pengendali baru Perseroan Ardhantara merupakan perusahaan holding di sektor energi Ardhantara dan memiliki rencana untuk memasukkan aset yang berbasis energi terbarukan seperti geothermal Gunung Slamet melalui anak usaha SAE, meskipun beberapa aset yang saat ini masih dalam proses,” demikian seperti dikutip.
Bakal Memasukkan Aset Berbasis Energi
Perseroan menyebutkan, Ardhantara sebagai pengendali baru juga akan melaksanakan rights issue dengan memasukkan aset berbasis energi sebagai anak usaha Perseroan.
Untuk proyek konsesi geothermal di Gunung Slamet, pengendali Perseroan yakni Ardhantara melalui anak usahanya telah memasuki tahap eksplorasi aktif dengan kegiatan geosurvey, pengeboran sumur, eksplorasi tahap awal dan pembangunan akses infrastruktur utama. Selain itu, Perseroan menyebutkan secara bertahap akan beralih menjadi holding energi terbarukan dari entitas anak usaha.
“Sesuai dengan rencana kerja, Perseroan akan mendapatkan pendapatan terbesar dari bisnis energi terbarukan melalui entitas anak usaha,” demikian seperti dikutip.
Adapun untuk meningkatkan pendapatan pada 2025, Perseroan saat ini memiliki entitas anak usaha yakni PT Hexas Prima Mekanikal yang bergerak di infrastruktur energi dan memiliki potensi pendapatan yang masih besar.