Liputan6.com, Jakarta Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi pada matchday 1 Ronde 4 kualifikasi zona Asia. Format Ronde 4 berisi dua grup yang masing-masing dihuni tiga tim dan dimainkan di venue terpusat.
Hanya juara grup yang langsung lolos ke putaran final, sementara runner-up masuk Ronde 5 (play-off antartim Asia) untuk mengejar tiket ke playoff antarkonfederasi.
Advertisement
Dengan format seketat ini, hitung-hitungan jadi krusial sejak laga pertama. Kabar baiknya: skenario Indonesia untuk merebut puncak grup masih ada. Kuncinya ada di dua pertandingan tersisa di Grup B: Indonesia vs Irak dan Arab Saudi vs Irak.
Aturan pemisah jika poin imbang mengikuti standar FIFA: selisih gol keseluruhan lebih dulu, lalu jumlah gol, kemudian kriteria berikutnya jika masih imbang. Itu sebabnya margin skor “minimal 2 gol” dan “maksimal 1 gol” penting untuk mengunci selisih gol terbaik Indonesia.
Skenario Utama: Menang Besar atas Irak, Irak Menang Tipis atas Saudi
Jika Indonesia mengalahkan Irak dengan selisih minimal dua gol, poin Garuda menjadi 3 dan selisih gol berbalik positif.
Pada laga terakhir, jika Irak mengalahkan Arab Saudi dengan selisih maksimal satu gol, maka ketiga tim akan sama-sama mengoleksi 3 poin.
Dalam situasi tiga tim imbang poin, penentuan juara grup melihat selisih gol total di fase grup. Dengan asumsi saat ini Indonesia -1 (kalah 2-3), menang 2-0 atas Irak akan membawa Indonesia ke +1.
Saudi akan turun ke 0 jika kalah 0-1 dari Irak, dan Irak akan berada di -1 (kalah 0-2 dari Indonesia, menang 1-0 atas Saudi). Hasilnya: Indonesia juara grup dan langsung lolos ke Piala Dunia 2026.
Mengapa Harus Minimal 2 Gol dan Maksimal 1 Gol?
Menang hanya selisih 1 gol atas Irak belum tentu cukup, karena saat tiga tim berakhir 3 poin, selisih gol Indonesia bisa tetap nol atau kalah produktivitas dari Saudi.
Sebaliknya, jika Irak mengalahkan Saudi lebih dari 1 gol, selisih gol Irak bisa menyamai atau melampaui Indonesia sehingga posisi puncak tidak aman.
Dengan patokan menang 2 gol dan Irak menang 1 gol atau kurang atas Saudi, kalkulasi selisih gol menempatkan Indonesia di atas dua pesaing, sesuai urutan tiebreaker yang berlaku.
Jika Indonesia tidak bisa menang dua gol, peluang tidak tertutup sepenuhnya: runner-up grup akan bertarung di Ronde 5 (dua leg, November) untuk memperebutkan tiket ke playoff antarkonfederasi.
Namun jalur ini lebih panjang dan berisiko, sehingga menang besar atas Irak tetap menjadi prioritas.