700 Ribu Warga Jabar Belum Punya E-KTP, Paling Banyak Ada di Bogor

Disdukcapil Jawa Barat mengungkapkan 700 ribu warga belum memiliki KTP karena alasan yang tidak diketahui. Pemprov Jawa Barat mendorong masyarakat untuk memiliki e-KTP ini.

oleh Arya PrakasaDiterbitkan 08 Oktober 2025, 13:35 WIB
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jawa Bara Berli Hamdani

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 700 ribu penduduk Provinsi Jawa Barat masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dari jumlah penduduk berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per semester I tahun 2025 yaitu 51.750.000 jiwa.

Hingga saat ini belum diketahui alasan penduduk yang belum memiliki tanda identitas tersebut.

"Dari data itu sekitar Rp37.800.000 gitu yang yang wajib memiliki KTP dan saat ini sekitar 700-an ribu yang belum mendapatkan KTP dengan keterangan (alasan) tidak diketahui," ucap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jawa Bara Berli Hamdani di Gedung Sate, Rabu (8/10/2025).

Berli mengatakan, jumlah yang belum memiliki e-KTP itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Namun, tercatat daerah yang banyak belum memiliki kartu Identitas penduduk ini ada di wilayah Bogor. Hal itu karena penduduk banyak dan wilayah yang luas.

"Kalau yang belum punya KTP kalau di Jawa Barat yang paling banyak itu di daerah Kabupaten Bogor, karena juga penduduk terbanyak ya. Geografisnya juga sulit, kemudian Sukabumi kemudian juga daerah Cianjur jadi Jawa Barat bagian Selatan Selatan," kata dia.

Program Pembuatan E-KTP

Pemprov Jawa Barat tengah mendorong masyarakat untuk memiliki e-KTP ini. Salah satu yang dilakukan dengan menghadirkan layanan pembuatan kartu Identitas setiap adanya program 'Nganjang Ka Warga'.

"Nganjang Ka Warga itu kami memanfaatkan semaksimal mungkin untuk memberikan layanan langsung di daerah-daerah terutama Jawa Barat bagian Selatan," ucapnya.

Pemprov Jabar Jemput Bola

Meski begitu, Berli meminta pemerintah daerah untuk memaksimalkan kembali layanan kependudukan sipil termasuk jemput bola langsung ke daerah-daerah terpencil agar warga bisa mendapatkan e-KTP. Hal ini dikarenakan pencatatan penduduk sangat penting.

"Pelayanan-pelayanan yang jemput bola tadi (perlu dimaksimalkan). Bisa memberikan anggaran atau kasih anggaran untuk (Disdukcapil) turun ke lapangan. Tapi memang tadi karena wilayahnya luas daerah-daerahnya juga banyak," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya