Diversifikasi Proyek Dongkrak Nilai Kontrak Petrosea

PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat pertumbuhan signifikan dalam portofolio proyek dan backlog perusahaan pada paruh pertama 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 07 Oktober 2025, 06:00 WIB
PT Petrosea Tbk (PTRO) terus melanjutkan proses diversifikasi dengan menangkap peluang bisnis baru

Liputan6.com, Jakarta PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat pertumbuhan signifikan dalam portofolio proyek dan backlog perusahaan pada paruh pertama 2025. Hal ini disampaikan Direktur PT Petrosea Tbk, Iman Darus Hikhman, dalam paparannya terkait perkembangan pasca akuisisi dan diversifikasi lini bisnis.

Iman menjelaskan proyek-proyek Petrosea kini tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Papua Nugini sebagai hasil akuisisi HBS Group. 

“Dalam slide ini terlihat letak geografis portofolio proyek-proyek Petrosea tersebar seluruh Nusantara ditambah dengan Papua New Guinea, pos akuisisi dari HBS Group,” ujarnya dalam Public Expose, dikutip Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, diversifikasi proyek juga diperkuat dengan kerja sama bersama berbagai klien utama dari sektor mineral dan energi. Melalui HBS Group, perusahaan memiliki akses terhadap pemain kunci di sektor emas, sementara melalui Hafar, Petrosea menjalin hubungan dengan perusahaan minyak dan gas besar di Asia Tenggara. 

 

 

Proyek Infrastruktur

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan laporan keuangan kuartal III 2022. (Foto: laman PT Petrosea Tbk)

Selain itu, Petrosea juga menangani proyek internal grup, termasuk tambang-tambang milik PGK Group di Kalimantan Tengah, serta proyek infrastruktur berupa pembangunan jalan angkut batubara sepanjang 170 km. Lebih lanjut, Iman menyoroti pertumbuhan backlog yang meningkat signifikan. 

“Hal ini tercermin dalam backlog di first half 2025 tumbuh sebesar 60% year-on-year menjadi 4,3 miliar USD yang didapatkan baik dari pelanggan existing maupun pelanggan baru,” jelasnya.

Menurutnya, pencapaian tersebut menandai nilai backlog tertinggi sepanjang lebih dari lima dekade kiprah Petrosea di industri pertambangan. Diversifikasi backlog juga membuat kontribusi dari batubara thermal terhadap total backlog turun dari 74% pada semester I 2004 menjadi 49% pada semester I 2025, sejalan dengan peningkatan kontribusi dari mineral lain sebagai bagian strategi perusahaan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya