Evakuasi Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Masuk Tahap Akhir, Pencarian Korban 10 Orang

Tim SAR Gabungan berharap agar proses pembersihan dan evakuasi rampung hari ini.

oleh Tim NewsDiterbitkan 06 Oktober 2025, 15:40 WIB
Tim SAR Gabungan proses evakuasi korban Ponpes Al-Khoziny. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Penanganan insiden runtuhnya musala di Ponpes Al-Khoziny telah memasuki tahap akhir pembersihan puing bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan hari ini, Senin (6/10), seluruh proses bisa selesai.

"Semua pekerjaan pembersihan rampung, sehingga seluruh rangkaian operasi SAR diharapkan dapat segera diselesaikan," kata Deputi III Tanggap Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayor Jenderal (Mayjen) Budi Irawan, Senin (6/10).

Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses. Breaker excavator pemecah beton dikerahkan untuk menghancurkan puing dengan dimensi yang lebih besar. Setelah hancur, bucket excavator mulai mengais puing dan dipindahkan menggunakan dump truk.

Dia berharap agar proses pembersihan dan evakuasi tersebut rampung hari ini. “Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” tegasnya.

Masih ada Jenzah Tertimbun

Hasil pengumpulan informasi kaji cepat di lapangan, diperkirakan masih ada jenazah yang tertimbun. Namun, untuk jumlahnya belum diketahui dengan pasti.

Akan tetapi, diperkirakan kurang lebih tidak jauh berbeda dengan daftar nama orang hilang yang dirilis dari data pondok pesantren, yakni sebanyak 10 orang.

“Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” ucapnya.

Tim penyelamat mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan di sebuah pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 1 Oktober 2025. (AP Photo/Trisnadi)

Evakuasi Korban Masih Berlangsung

Sebelumnya, Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung oleh sejumlah petugas gabungan.

Yudhi menambahkan, saat ini total korban insiden tersebut sudah mencapai 158 orang ditambah dengan 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi. 104 korban dinyatakan selamat dan 54 orang dinyatakan meninggal dunia.

Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

“Setelah ditemukan seluruhnya segera kita evakuasi ke RS Bhayangkara,” kata Yudhi.

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya