Volkswagen Adopsi Teknologi Otonom Milik XPeng untuk Mobil Listrik di China

Volkswagen berencana untuk menggunakan sistem mengemudi otonom milik Xpeng, untuk digunkan di kendaraan listriknya di China mulai 2026

oleh Arief AszhariDiterbitkan 07 Oktober 2025, 14:02 WIB
Volkswagen Pakai Teknologi Otonom Milik ZPeng untuk Mobil Listrik di China (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - Volkswagen berencana untuk menggunakan sistem mengemudi otonom milik Xpeng, untuk digunakan di kendaraan listriknya di China mulai 2026. Langkah ini, menjadi bagian dari kerja sama strategis, antara dua perusahaan, yang sebelumnya telah menjalin kolaborasi dalam hal platform dan perangkat lunak.

Menurut laporan Carnewschina, Volkswagen akan memakai solusi mengemudi otomatis XPeng agar kendaraan listriknya dapat menawarkan fitur pintar, yang lebih atraktif di pasar China.

Dalam perjanjian lisensi tersebut, Volkswagen tidak akan mengubah sistem inti XPeng, melainkan mengadaptasikannya agar sesuai dengan kendaraan listrik Volkswagen yang dipasarkan di Negeri Tirai Bambu.

Kolaborasi ini juga berdasarkan latar belakang investasi Volkswagen sebesar 4,99 persen di XPeng, sebuah langkah yang sebelumnya diumumkan ketika kedua perusahaan menegaskan komitmen kerja sama teknologi.

Dalam perjanjian Master Agreement, VW dan XPeng akan mengembangkan dua mobil listrik kelas menengah secara bersama, yang rencananya akan diluncurkan pada 2026.

Menariknya, kerja sama ini tak hanya terbatas untuk kendaraan listrik. Volkswagen berencana memperluas teknologi arsitektur ini ke model bermesin bensin dan hybrid yang diproduksi di China.

Dengan begitu, fungsi ADAS (Advanced Driver Assistance System), cockpit pintar berbasis AI, dan pembaruan perangkat lunak via OTA akan dapat dihadirkan di lebih banyak varian VW di pasar China.

Perkuat Strategi Volkswagen

Langkah ini memperkuat strategi 'In China, for China' Volkswagen, yaitu memperkuat kapasitas teknologi lokal agar cepat merespons tren pasar Tiongkok.

Lisensi sistem otonom XPeng juga menunjukkan bahwa raksasa otomotif asal Jerman ini semakin bersandar kepada perusahaan teknologi lokal untuk mempercepat transformasi kendaraan pintar di pasar terbesar dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya