Bukan Sekadar Pameran, Kustomfest 2025 Sajikan Karya Kustom Terbaik Tanpa Ulangan

Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menegaskan bahwa semua karya di panggung Kustomfest 2025 adalah baru, tanpa pengulangan dari ajang sebelumnya

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 06 Oktober 2025, 08:04 WIB
Motor berbagai aliran modifikasi menghiasi Kustomfest 2023. (Septian/Liputan6.com)

Liputan6.com, Yogyakarta - Di tengah gelombang acara otomotif dan modifikasi yang makin marak, Kustomfest 2025 kembali menunjukkan komitmennya dengan membatasi jumlah peserta agar kualitas tiap karya tetap terjaga. Bagi penyelenggara, kuantitas bukanlah tolok ukur utama, tetapi standard kreativitas dan orisinalitas yang terus dinaikkan.

Menurut Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, pembatasan peserta tak berarti mengekang partisipasi, melainkan memastikan semua karya yang tampil benar-benar layak dan segar.

“Peserta tahun ini dan tahun sebelumnya bisa dibilang sama karena Kustomfest tidak pernah berpikir berapa kuantitasnya tapi lebih fokus ke kualitas kustom. Jadi standar kustomnya setiap tahun kami tingkatkan,” ujarnya kepada Liputan6.com.

Dari catatan penyelenggaraan sebelumnya, pada edisi lalu Kustomfest menghadirkan 144 karya modifikasi baik motor maupun mobil dalam ajang Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show, dan untuk 2025, jumlahnya diperkirakan tidak jauh berbeda.

Lulut menegaskan bahwa semua karya di panggung Kustomfest 2025 adalah baru, tanpa pengulangan dari ajang sebelumnya.

“Yang ditampilkan di Kustomfest adalah karya kustom terbaru dan terbaik di tahunnya, jadi tidak pernah ada perulangan,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kualitas karya tahun ini lebih tajam dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

“Dari sisi kualitas, tahun ini meningkat dan Kustomfest sengaja membuat seleksi yang bertahap dan setiap tahunnya naik (kualitasnya) karena kami ingin mengembangkan dunia kustom di Indonesia itu tambah tahun‑tahun tambah bagus tingkat dan kualitasnya.” kata Lulut.

Sekadar informasi, Kustomfest 2025 berlangsung pada 4-5 Oktober 2025 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Menginjak usia ke-14, KUSTOMFEST 2025 hadir dengan tema unik bertajuk 'MADCHINIST'.

Ingin Pemerintah Lebih Memerhatikan

Motor kustom hiasi Kustomfest 2024. (Liputan6.com / Septian Pamungkas)

Di balik gemerlap karya, Lulut Wahyudi pun menyuarakan harapan agar pemerintah dan stakeholder industri otomotif lebih memperhatikan dunia kustom. Menurutnya, kustom bukan sekadar hobi atau seni, tapi memiliki potensi ekonomi besar.

“Keinginan kami dari pelaku kustom, ingin pemerintah lebih aware dengan perkembangan kustom sekarang karena di berbagai belahan dunia dunia kustom itu dianggap sebagai standar dari perkembangan anak-anak muda di suatu negara yang melek terhadap teknologi," ujarnya.

Menurut Lulut, kreativitas di sektor otomotif kustom menunjukkan pemahaman teknologi, inovasi material, dan kemampuan teknik, semakin tinggi kualitas karya kustom suatu negara, semakin besar kemungkinan anak muda menggemari teknologi otomotif.

"Sebagaimana kita tahu, dunia kustom identik dengan teknologi terutama otomotif, semakin tinggi grade quality kustom suatu negara pasti pemahaman dan kecintaan anak muda terhadap teknologi utamanya otomotif pasti juga tinggi," imbuhnya.

Jika didukung dengan insentif, regulasi yang ramah kreativitas (namun tetap menjaga keselamatan dan lingkungan), serta jaringan pemasaran global, industri kustom di Indonesia bisa menjadi lokomotif ekonomi kreatif.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya