Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa seluruh aktivis Malaysia yang ditahan Israel telah dibebaskan. Mereka ditangkap saat mencoba menembus blokade Israel atas Jalur Gaza bersama misi Global Sumud Flotilla.
"Alhamdulillah, semua wira dan wirawati Malaysia dalam Global Sumud Flotilla telah bebas dan akan tiba di bumi Istanbul malam ini waktu Malaysia, insyaAllah," tulis Anwar di akun Instagram-nya pada Sabtu (4/10/2025) malam.
Advertisement
"Syukur ke hadrat Allah SWT, berkat doa rakyat Malaysia dan usaha berterusan semua pihak yang menggalang seluruh kekuatan akhirnya membuahkan hasil."
Tidak lupa Anwar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pemimpin negara-negara sahabat lainnya yang disebutnya membantu memudahkan urusan pembebasan para relawan Malaysia.
Dalam unggahan berikutnya, Anwar mengabarkan bahwa 23 aktivis Malaysia telah tiba di Istanbul.
"Kesemua mereka kini akan diberikan pemeriksaan kesihatan, sokongan dan bantuan menyeluruh termasuk aspek psikologi," tutur Anwar.
Anwar memastikan bahwa para aktivis akan kembali ke Malaysia dalam waktu dekat.
"Semoga semua urusan perjalanan pulang anak-anak Malaysia ini dipermudah dan dilindungi Allah SWT," imbuhnya.
Melibatkan Banyak Pihak
Mengutip kantor berita Antara, negosiasi yang dilakukan otoritas Malaysia untuk membebaskan relawan sangat sulit dan panjang. Malaysia tidak bisa melakukan komunikasi langsung dengan pihak Israel karena tidak memiliki hubungan diplomatik.
Malaysia kemudian mengerahkan seluruh jaringan diplomatiknya di negara-negara sahabat.
Otoritas Malaysia menghubungi pemimpin Turki dan Mesir serta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio untuk meminta bantuan.
Malaysia juga meminta bantuan rekan se-Asia Tenggara, yakni Vietnam, yang memiliki kedutaan besar di Israel, untuk membantu memberikan bantuan konsuler.
Selain itu, Malaysia telah menunjuk pengacara dari kelompok ADALAH untuk bernegosiasi langsung dengan pihak Israel guna pembebasan relawan.
Komunikasi dengan seluruh jaringan diplomasi itu dilakukan secara simultan, hingga akhirnya muncul informasi bahwa 23 relawan Malaysia yang ditahan telah dibebaskan.