Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan seluruh dapur penyedia makanan bergizi atau Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta segera memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Adapun, Pemprov DKI Jakarta menargetkan semua pihak mengantongi SLHS dalam dua minggu ke depan.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya tengah berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat penerbitan sertifikat tersebut. Langkah ini diambil pasca kasus keracunan MBG terjadi di wilayah DKI Jakarta.
“Jadi secara masif kita akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan ulang,” kata Ani di Jakarta, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Ani, inspeksi ulang dilakukan untuk memastikan seluruh dapur memenuhi persyaratan laik higienis sebelum sertifikat diterbitkan.
“Sebetulnya dulu ketika awal dibangun kita sudah bikin, nanti kita akan melakukan inspeksi lagi, lalu ada percepatan supaya mereka segera menyesuaikan dengan persyaratan SLHS, sehingga kita bisa menerbitkan SLHS-nya,” ucap Ani.
Ada 180 Dapur MBG
Saat ini, terdapat 180 SPPG di DKI Jakarta yang melayani program MBG.
Ia menjelaskan, sejauh ini belum ada dapur SPPG di Jakarta yang telah memperoleh sertifikat laik higienis karena seluruhnya masih dalam proses.
“Kalau yang berbasis sertifikat belum ada ya sedang berproses semua. Semuanya sekarang sedang berproses,” ujar Ani.
Beri Pelatihan
Selain itu, pelatihan terhadap petugas penjamah makanan dan penanggung jawab MBG di sekolah pun juga dilakukan Dinkes DKI Jakarta.
“Targetnya semuanya dua minggu, termasuk kami melakukan pelatihan terhadap penanggung jawab dari SPPG-nya dan juga terhadap penjamah makanannya,” ucapnya.
Adapun pelatihan itu diberikan kepada sekitar 8.000 orang yang bertanggung jawab di dapur penyedia makanan.
“Sekitar 8 ribu orang akan kami latih terus, supaya bisa mengelola data laksana di SPPG-nya masing-masing dengan lebih baik,” kata Ani.