Aktivis Kemanusiaan Kecam Israel atas Pencegatan Global Sumud Flotilla ke Gaza

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 03 Oktober 2025, 10:30 WIB
Aktivis Kemanusiaan Kecam Israel atas Pencegatan Global Sumud Flotilla ke Gaza
Gelombang aksi unjuk rasa muncul di Istanbul, Turki untuk memprotes tindakan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sementara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pencegatan kapal bantuan masuk Gaza oleh tentara Israel sebagai tindakan pembajakan. Dalam pidatonya di Turki, pada Kamis (2/10/2025), Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tindakan itu sebagai bukti bahwa Israel dalam kondisi yang sangat panik untuk menyembunyikan kejahatannya. Kementerian Luar Negeri Turki menuding PM Israel Benjamin Netanyahu menjalankan kebijakan militer yang kejam dan tidak manusiawi. Mereka menilai intervensi Israel merupakan tindakan terorisme yang melanggar hukum internasional dan membahayakan nyawa warga sipil.
Seorang pengunjuk rasa memegang plakat penghormatan kepada Global Sumud Flotiila saat berunjuk rasa dalam solidaritas kepada warga Palestina dan mengutuk pencegatan armada oleh tentara Israel, di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2025. (KEMAL ASLAN/AFP)
Gelombang aksi unjuk rasa muncul di Istanbul, Turki untuk memprotes tindakan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. (KEMAL ASLAN/AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pencegatan kapal bantuan masuk Gaza oleh tentara Israel sebagai tindakan pembajakan. (KEMAL ASLAN/AFP)
Dalam pidatonya di Turki, pada Kamis (2/10/2025), Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tindakan itu sebagai bukti bahwa Israel dalam kondisi yang sangat panik untuk menyembunyikan kejahatannya. (KEMAL ASLAN/AFP)
Kementerian Luar Negeri Turki menuding PM Israel Benjamin Netanyahu menjalankan kebijakan militer yang kejam dan tidak manusiawi. (KEMAL ASLAN/AFP)
Intervensi Israel merupakan tindakan terorisme yang melanggar hukum internasional dan membahayakan nyawa warga sipil. (KEMAL ASLAN/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya