David Silva Dorong Pep Guardiola Jadi Pelatih Timnas Spanyol di Masa Depan

Legenda Manchester City, David Silva, memberikan pandangan menarik soal masa depan Pep Guardiola setelah meninggalkan Etihad Stadium.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 02 Oktober 2025, 23:53 WIB
Pep Guardiola pada laga Man City vs Tottenham di pekan ke-2 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta Legenda Manchester City, David Silva, memberikan pandangan menarik soal masa depan Pep Guardiola setelah meninggalkan Etihad Stadium.

Menurut mantan gelandang Timnas Spanyol itu, Guardiola sangat layak untuk menjajal karier di level internasional, khususnya sebagai pelatih La Roja.

Guardiola saat ini masih terikat kontrak dengan City hingga 2027 setelah memperpanjang masa baktinya pada November tahun lalu.

Keputusan itu sempat diragukan banyak pihak, mengingat City sempat kesulitan musim lalu hingga hanya finis di posisi ketiga Premier League serta tersingkir lebih awal dari Liga Champions.

Namun, pelatih asal Catalan itu memilih bertahan dan berkomitmen membangun kembali skuadnya.


Keyakinan David Silva

Reaksi pelatih Manchester City, Pep Guardiola saat laga babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 antara Manchester City melawan RB Leipzig di Stadion Etihad, Manchester pada 14 Maret 2023. Total pengeluarannya sebagai seorang pelatih mencapai angka 1,44 miliar euro untuk membeli pemain di bursa transfer. Jack Grealish menjadi pembelian termahal Guardiola setelah dibeli seharga 117,5 juta euro dari Aston Villa. (AFP/Oli Scarff)

Meski demikian, Silva yakin ada jalur menarik lain yang bisa ditempuh Guardiola. Ia menyebut, mantan pelatih Barcelona itu cocok menangani Timnas Spanyol jika suatu saat Luis de la Fuente mengakhiri masa jabatannya.

“Saya ingin melihatnya menjadi pelatih Spanyol,” ujar Silva.

“Luis de la Fuente sedang melakukan pekerjaan luar biasa, tapi akan sangat bagus jika suatu saat Pep mengambil alih. Dia bisa membawa gaya permainan berbasis penguasaan bola dan mentalitas selalu bermain untuk menang, mirip dengan filosofi sepak bola Spanyol saat ini.”


Filosofi Guardiola

Dengan kekalahan di Villa Park ini, berarti pasukan Josep Guardiola telah menelan sembilan kali kekalahan dan cuma menang sekali dalam 12 laga terakhir mereka di semua kompetisi. (AP Photo/Rui Vieira)

Silva tahu betul filosofi itu. Sebagai bagian dari generasi emas Spanyol, ia mengoleksi 125 caps dan ikut membawa La Roja meraih tiga trofi besar beruntun: Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.

Bersama City, ia bergabung pada 2010 dan menghabiskan empat musim terakhirnya di bawah asuhan Guardiola. Bahkan, Guardiola pernah menobatkannya sebagai salah satu dari lima pemain terbaik sepanjang sejarah Manchester City.

“David harus bangga dengan apa yang ia capai. Ia akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah mengenakan seragam City,” ucap Guardiola dalam dokumenter Made in Gran Canaria yang diproduksi City TV.

Silva sendiri mencatat 436 penampilan bersama City, meraih empat gelar Premier League serta sejumlah trofi bergengsi lainnya.


Masa Depan Guardiola

Bek Manchester City, Rico Lewis (kiri), bicara dengan pelatihnya, Pep Guardiola, saat jeda antar babak pertandingan melawan Wydad AC di Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (19/6/2025) dini hari WIB. (CHARLY TRIBALLEAU / AFP)

Bagi City, wacana Guardiola melatih Spanyol belum menjadi kekhawatiran. Selain kontraknya yang masih panjang, Luis de la Fuente juga baru saja menandatangani perpanjangan hingga Euro 2028 setelah sukses membawa Spanyol juara musim panas lalu.

Lanjut Baca:

Di sisi lain, Guardiola menegaskan dirinya masih bersemangat melanjutkan proyek bersama City. Pada bursa transfer musim panas, ia merekrut nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma, Tijani Reijnders, hingga Rayan Cherki. Dalam wawancara dengan Men in Blazers pada Agustus lalu, Guardiola menegaskan bahwa dirinya merasa segar dan kembali mendapatkan “energi baru” bersama tim. “Saya punya dua tahun lagi, mungkin bisa tambah dua tahun lagi. Pertanyaannya hanya kapan saya berhenti: tahun ini, dua tahun lagi, atau empat tahun lagi. Tapi sekarang saya merasa baik,” kata Guardiola. Ia menambahkan, atmosfer positif sudah kembali terlihat sejak Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. “Saya melihat hal-hal yang saya rindukan musim lalu, bahkan dari detail kecil seperti bahasa tubuh, disiplin di latihan, hingga cara kami bertahan dari lemparan ke dalam. Semua itu membuat saya yakin tim ini bisa lebih konsisten dibanding musim lalu,” tegasnya. Sumber: Mirror

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya