Tesla Hadirkan Supercharger V4 500 kW, Cybertruck Jadi yang Paling Diuntungkan

Tesla resmi mengoperasikan Supercharger V4 pertama dengan daya 500 kW di California. Teknologi ini membuat pengisian daya lebih cepat, terutama untuk Cybertruck yang bisa memanfaatkan arsitektur 800 volt sepenuhnya.

oleh Muhamad RidwanDiterbitkan 03 Oktober 2025, 13:08 WIB
Tesla resmikan Supercharger V4 500 kW pertama di California, langkah besar menuju era pengisian ultra-cepat (Tesla)

Liputan6.com, Jakarta - Tesla membuka babak baru teknologi pengisian daya mobil listrik dengan meresmikan Supercharger V4 pertamanya di Redwood City, California, Amerika Serikat (AS).

Stasiun ini mampu menghasilkan daya hingga 500 kW, jauh lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya yang hanya 250 kW. Kehadirannya diklaim bisa memangkas waktu pengisian dan membuat perjalanan jarak jauh makin praktis.

Berdasarkan laporan ArenaEv, tak semua mobil Tesla bisa langsung merasakan kecepatan penuh ini.

Supercharger V4 hadir dengan kabinet daya generasi terbaru yang akhirnya dipasangkan dengan kios V4 asli. Sebelumnya, Tesla memang sudah memasang kios V4, tetapi masih terhubung ke kabinet V3 lama, sehingga daya maksimalnya tetap terbatas.

Di Redwood City, kombinasi kios dan kabinet V4 pertama kalinya dioperasikan, membuka kemampuan penuh hingga 500 kW.

Kabinet ini juga dirancang untuk mendukung masa depan mobil listrik. Teknologinya kompatibel dengan arsitektur kendaraan 400 volt hingga 1.000 volt, bahkan sanggup memasok daya mencapai 1,2 megawatt untuk truk listrik Tesla Semi.

Dengan inovasi ini, Tesla ingin memastikan pengisiannya tetap relevan untuk kendaraan generasi berikutnya.

Cybertruck Jadi Pemain Utama

Hanya Cybertruck yang bisa memanfaatkan daya penuh 500 kW berkat arsitektur 800 volt, mengisi 30% lebih cepat dibanding stasiun lama (Tesla)

Meski kapasitas Supercharger V4 mencapai 500 kW, hanya Tesla Cybertruck yang bisa benar-benar memanfaatkannya saat ini.

Hal ini karena Cybertruck menggunakan arsitektur 800 volt, sehingga mampu mengisi daya sekitar 30 persen lebih cepat dibandingkan stasiun 250 kW.

Bagi pengguna Model S, Model 3, Model X, atau Model Y, semuanya tetap terbatas pada arsitektur 400 volt. Dengan begitu, kecepatan maksimumnya masih di angka 250 kW.

Walau begitu, pengisian 250 kW bukanlah sesuatu yang lambat. Tesla menyebut kecepatan itu masih cukup untuk menambah jarak tempuh sekitar 322 km hanya dalam 15 menit.

Artinya, pemilik Tesla lama tetap bisa menikmati waktu pengisian yang singkat, meski belum menyentuh level “ultra-cepat” seperti Cybertruck.

Dukungan untuk Mobil Non-Tesla Segera Hadir

Mulai akhir 2025, mobil listrik non-Tesla dengan arsitektur 800 volt seperti Hyundai Ioniq 9 dan Lucid Gravity akan bisa pakai Supercharger V4 (Tesla)

Untuk sementara, Supercharger 500 kW ini hanya bisa digunakan kendaraan Tesla. Namun, perusahaan sudah memastikan dukungan untuk mobil listrik non-Tesla segera menyusul.

Mulai kuartal keempat tahun ini, setelah pemeriksaan teknis selesai, mobil dengan arsitektur 800 volt seperti Hyundai Ioniq 9 dan Lucid Gravity akan bisa menggunakan fasilitas ini.

Seiring makin banyaknya pabrikan yang mengadopsi teknologi 800 volt, ketersediaan stasiun pengisian cepat 500 kW menjadi sangat penting. Langkah Tesla ini juga akan mengurangi antrean di stasiun pengisian, karena waktu tunggu bisa lebih singkat.

Tesla memang baru meresmikan satu stasiun V4, tapi mengingat rekam jejak perusahaan dalam memperluas jaringan, tak menutup kemungkinan stasiun 500 kW akan segera menjadi pemandangan umum di banyak lokasi. Dengan begitu, Tesla sekali lagi menegaskan posisinya sebagai pionir di dunia mobil listrik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya