Band Metal Party at Eden Hadirkan Mahakarya Eksperimental di Single Kelima

Rilisan ini menjadi penanda fase baru band—mulai dari perubahan formasi hingga kolaborasi lintas dunia gaya hidup.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 02 Oktober 2025, 19:30 WIB
Party at Eden kembali menggebrak dengan single kelima mereka, “Crown of the Emperor”. (dok. Party at Eden)

Liputan6.com, Jakarta - Band progressive metal asal Jakarta, Party at Eden (P.A.E), kembali membuat gebrakan keras ke skena musik lokal lewat single terbaru mereka, “Crown of the Emperor”, yang dirilis 1 Oktober 2025.

Rilisan ini menjadi penanda fase baru band—mulai dari perubahan formasi hingga kolaborasi lintas dunia gaya hidup.

Rilisan ini bukan hanya sekadar karya musik, tapi bagian dari kolaborasi kreatif bersama sebuah barbershop terkenal, yang kini menggandeng Party at Eden sebagai brand ambassador.

Dengan mengusung konsep “Modern Metal Barbershop” pertama dan satu-satunya di dunia, kerjasama ini menjadi pertemuan menarik antara kultur musik ekstrem dan identitas visual urban masa kini.

“Crown of the Emperor” juga menjadi momen debut Keisha Andaviar sebagai vokalis utama Party at Eden. Keisha melengkapi formasi Party at Eden yang sebelumnya digawangi Victor Ibanez Dimarzio DJ Dandel (Lead Guitar), Silvester Dani Pratama (Rhytm Guitar), Hadi Ming (Bass), dan Vincent Atmadja (Drum).

Nama Keisha mungkin belum lama terdengar di kalangan metalhead, tapi darah musik mengalir deras dalam dirinya—ia adalah putri gitaris dari band kugiran Bandung, /rif, Ovy.

"Saya senang banget dia nemu tempat buat berekspresi sesuai musik yang dia minatin dan lagi berkembang. Ditambah dipercaya jadi ambassador, berarti orang bisa ngeliat potensinya. Double kebanggaan buat saya," ujar Ovy dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Di lagu ini, Keisha tampil tak hanya sebagai penyanyi, tapi juga sebagai kekuatan ekspresif yang segar—mengisi kekosongan di ranah vokal metal perempuan dengan gaya yang tajam,  bertenaga, namun tetap personal.


Mahakarya Eksperimental

Didukung Dhika Dongeng sebagai screamer tamu, “Crown of the Emperor” tampil sebagai mahakarya eksperimental dengan produksi kompleks namun tetap terasa energik.

Lagu ini mengisahkan seorang kesatria yang muak akan kepalsuan dunia, memilih untuk mengambil alih nasibnya sendiri, dan menolak mahkota semu yang dipaksakan masyarakat.

"Tidak semua orang pantas mengenakan apa yang dimiliki orang lain," ucap Vincent, drummer sekaligus pendiri band. "Lagu ini adalah refleksi dari perjalanan kami sebagai musisi dan individu yang terus berkembang."

 


Eksplorasi Musikal

Party at Eden kehadiran vokalis baru Keisha Andaviar (tengah) yang merupakan putri gitaris /rif, Ovy. (dok. Party at Eden)

Party at Eden sendiri dibentuk pada 2020 oleh Vincent. Mereka dikenal dengan gaya "Edgy Djenty", sebuah perpaduan Djent dengan elemen Modern Metal, Groove Metal, Metalcore, dan Post-hardcore.

Sejak awal, P.A.E telah menunjukkan konsistensi dan eksplorasi musikal yang kuat. Dari single perdana "Alphawave" (2021), "Virus" (2022), "The Wish Key" (2023), hingga "Pink Like Candy" (2024), mereka terus berevolusi dan menarik perhatian publik serta media.

Bahkan, mereka sempat dinominasikan sebagai Band Pendatang baru terbaik yang dikenal dengan istilah New Beast di Hammersonic Awards 2023.


Kukuhkan Posisi

Dengan perilisan single "Crown of the Emperor", Party at Eden tidak hanya memperkenalkan formasi baru, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu band modern metal progresif paling menjanjikan di Indonesia.

Lagu ini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital dan video musiknya dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Party at Eden.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya