Liputan6.com, Beijingg - Profesi baru di China bernama "Outsourced Children" atau anak sewaan muncul dan langsung jadi sorotan publik. Para pria kekar disewa untuk menemani lansia di panti jompo, sekaligus jadi penghalang jika ada perawat yang berniat buruk.
Fenomena ini ramai dibicarakan setelah seorang pria dari Dalian, Provinsi Liaoning, membentuk tim "anak sewaan berbadan kekar layaknya bodyguard, dilansir dari SCMP, Rabu (1/10/2025).
Advertisement
Mereka sering berkunjung ke panti jompo dan rumah sakit, bahkan datang dengan pakaian serba hitam dan membawa hadiah.
Layanan utama yang ditawarkan bukan hanya soal keamanan, tapi juga dukungan emosional. Mereka menemani lansia ke rumah sakit, membantu belanja, mengobrol untuk menghibur, hingga menengahi konflik kecil di lingkungan sekitar.
Hanya dalam waktu tiga bulan, tim tersebut berkembang dari sembilan orang jadi lebih dari 1.000 anggota. Banyak di antaranya merupakan mantan tentara atau tenaga hukum.
Tarif Jasa
Tarif jasa biasanya berkisar antara 500 hingga 2.500 yuan (Rp1 juta–Rp5 juta) per sesi, dan kini sudah ada cabang di berbagai kota.
Salah satunya adalah pria berusia 33 tahun bernama Akai, bertinggi 1,8 meter dengan bobot 120 kilogram. Ia sempat jadi penagih utang sebelum beralih profesi menjadi anak sewaan.
"Saya mulai melakukan ini setelah ibu seorang teman hilang tahun lalu. Kami mencari selama tiga sampai empat hari. Sayangnya, ketika ditemukan, beliau sudah meninggal. Pengalaman itu membuat saya tergerak untuk melakukan sesuatu yang baik," ujarnya kepada Southern Weekly.
Akai sudah menerima empat tugas merawat lansia dan bahkan mengunggah video pengalamannya yang sempat viral.
"Para lansia ini tidak hanya menyewa kami untuk perlindungan; mereka kesepian. Banyak yang bahkan tidak punya teman bicara. Apa pun kondisi mereka, yang paling dibutuhkan adalah ditemani," ujarnya
Lansia di China
Menurut data Kementerian Urusan Sipil China pada 2022, lebih dari separuh lansia di negara itu masuk kategori "empty nesters" atau hidup sendirian tanpa anak. Di beberapa wilayah, angkanya bahkan mencapai 70 persen.
Kondisi ini terjadi karena banyak anak dewasa yang sibuk dengan pekerjaan atau tinggal jauh dari orangtua mereka.
Fenomena anak sewaan pun menuai reaksi beragam dari warganet.
"Selama ada kebutuhan, pasti ada pasarnya. Tapi ini sangat bermakna," tulis seorang netizen.
"Lucu kalau dilihat sekilas, tapi sebenarnya menyedihkan. Lansia perlu perlindungan dari perlakuan buruk. Semua orang berhak diperlakukan dengan baik di panti jompo, tanpa peduli punya anak atau tidak," tambah warganet.
"Saat saya tua nanti, saya juga mau punya cucu kekar seperti ini," tulis warganet lain.