Sosok Lukmanul Hakim, Ulama yang Jadikan Sertifikasi Halal Senjata UMKM Kini Berpulang

Ketua MUI Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim meninggal dunia pada Selasa (30/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

oleh SupriatinDiterbitkan 01 Oktober 2025, 14:40 WIB
Ketua MUI Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim (AntaraNews)

Liputan6.com, Jakarta- Kabar duka datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Ekonomi, Lukmanul Hakim meninggal dunia.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan. Amirsyah mengatakan, Lukman wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, pada Selasa (30/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Atas nama Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita doakan Beliau akhir hayatnya husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran," kata Buya Amirsyah di Jakarta.

Sosok Lukmanul Hakim di Mata Amirsyah

Buya Amirsyah mengenang sosok Lukman sebagai Ketua MUI Bidang Ekonomi dan Ketua Lembaga Wakaf MUI yang sangat aktif. Almarhum semasa hidupnya juga pernah menjadi Direktur Utama LPPOM MUI.

"Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah bagi beliau. Diharapkan keluarga nanti bisa meneladani kiprah beliau," kata Buya Amirsyah.

Buya Amirsyah mengungkapkan MUI merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Lukman.

Sebelum wafat, Lukman menjadi Ketua Pelaksana Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang akan berlangsung pada 20-23 November 2025 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.

Buya Amirsyah mendoakan Almarhum Kiai Lukman diampuni segala dosanya dan diterima Allah Swt.

Perjuangkan Ekonomi Umat

Lukmanul Hakim dikenal sebagai sosok Muslim intelektual yang aktif memperjuangkan ekonomi umat, kajian wakaf produktif, serta isu kedaulatan pangan dan energi.

Dalam Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025, dia menegaskan bahwa dua isu strategis, kedaulatan pangan dan energi akan menjadi rekomendasi resmi MUI kepada pemerintah.

Di tahun-tahun sebelumnya, Lukmanul Hakim juga mendorong agar produk unggulan lokal dijadikan prioritas dalam sistem distribusi pangan, sebagai bentuk kemandirian ekonomi umat.

Selain itu, Lukman juga vokal dalam isu-isu seperti sertifikasi halal yang menjadi instrumen pemberdayaan UMKM. Dia menyebut sertifikasi halal sebagai “satu‑satunya pilihan” untuk memperkuat ekonomi umat, supaya UMKM tak hanya berbicara soal keuntungan duniawi, tapi juga nilai-nilai kehalalan.

Dia juga mendorong peran pesantren sebagai penggerak ekonomi daerah melalui kolaborasi strategis, sebuah visi yang menurutnya akan memperkuat basis ekonomi umat dari bawah.

Semasa hidupnya, Lukman dikenal sebagai ulama yang tak hanya memberi kritik, tetapi juga mencari solusi konkret. Dalam banyak kesempatan, dia menekankan bahwa narasi saja tak cukup, tindakan nyata perlu dilakukan segera.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya