Apa Itu All Indonesia Imigrasi dan Begini Cara Isinya

Mulai 1 Oktober 2025, semua penumpang internasional wajib mengisi All Indonesia. Sistem ini menyatukan semua formulir kedatangan dalam satu aplikasi, sehingga lebih praktis dan efisien.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Oktober 2025, 12:30 WIB
Contoh kecanggihan di bandara Abu Dhabi, Imigrasi Indonesia datangkan kembali 24 mesin auto gate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Sehingga total hingga akhir tahun 2023, akan ada 50 Autogate di kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Liputan6.com, Jakarta - Mulai 1 Oktober 2025, seluruh penumpang internasional yang masuk ke Indonesia wajib mengisi All Indonesia, aplikasi pelaporan kedatangan terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Aturan ini berlaku di semua pintu masuk internasional, termasuk bandara.

Maskapai penerbangan juga diminta aktif mengimbau penumpangnya terkait kewajiban ini, sejak proses pembelian tiket, check-in, hingga boarding.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, menegaskan bahwa aturan ini bersifat wajib.

“Setiap pergerakan orang, baik WNI maupun WNA melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi dapat diketahui. Ada unsur sosialisasi, tetapi juga ada unsur paksaan, karena sifatnya kewajiban,” ujarnya, dikutip Rabu (1/10/2025).

Meski berbasis digital, bandara tetap menyiapkan konter manual untuk penumpang yang tidak memiliki gawai. Di Terminal 3 tersedia 15 kios, sementara di Terminal 2 ada 6 kios untuk mencetak QR Code All Indonesia dengan bantuan petugas.

Pada masa uji coba Juli-September, rasio pengisian All Indonesia baru mencapai 70 persen. Maka, sosialisasi terus digencarkan, mengingat sudah jadi kewajiban per 1 Oktober 2025 ini.

 

Apa Itu All Indonesia?

Contoh kecanggihan di bandara Abu Dhabi, Imigrasi Indonesia datangkan kembali 24 mesin auto gate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Sehingga total hingga akhir tahun 2023, akan ada 50 Autogate di kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

All Indonesia adalah sistem pelaporan kedatangan internasional yang mengintegrasikan berbagai formulir dari instansi berbeda, seperti:

  • Imigrasi
  • Bea Cukai
  • Kementerian Kesehatan
  • Badan Karantina

Dengan sistem ini, penumpang cukup mengisi satu kali data, yang kemudian otomatis dibagikan ke seluruh instansi terkait.

All Indonesia bisa diakses melalui situs allindonesia.imigrasi.go.id atau aplikasi seluler. Data bisa diisi tiga hari sebelum kedatangan atau saat tiba di Indonesia. Layanan ini gratis.

Kenapa All Indonesia Wajib?

Sebelum ada All Indonesia, penumpang harus mengisi beberapa formulir terpisah seperti Electronic Customs Declaration (e-CD), e-HAC, dan dokumen imigrasi manual. Proses itu memakan waktu dan rawan salah input.

Dengan sistem baru ini, pemerintah berharap kedatangan internasional menjadi lebih efisien, cepat, dan nyaman, sekaligus mendukung program transformasi digital nasional.

 

Cara Mengisi All Indonesia

Petugas saat melintas menggunakan eskalator di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (24/04). Terminal 3 ini dilengkapi sejumlah fasilitas seperti 64 konter imigrasi dan 30 autogate imigrasi. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Untuk WNI

  1. Buka allindonesia.imigrasi.go.id → pilih Kartu Kedatangan – WNI.
  2. Isi data pribadi: nama, paspor, kontak, dan email.
  3. Masukkan info penerbangan dan alamat tujuan di Indonesia.
  4. Jawab pertanyaan bea cukai & kesehatan.
  5. Submit, lalu simpan QR Code yang muncul.
  6. Tunjukkan QR Code ke petugas imigrasi saat tiba.

Untuk WNA

  1. Masuk ke laman yang sama → pilih Kartu Kedatangan – Pengunjung Asing.
  2. Isi data paspor, kewarganegaraan, nama, tanggal lahir, dan email.
  3. Masukkan detail penerbangan dan tujuan perjalanan (wisata, bisnis, dll.).
  4. Jawab pertanyaan terkait kepabeanan & kesehatan.
  5. Submit, lalu simpan QR Code yang akan digunakan saat pemeriksaan di bandara.

Mulai 1 Oktober 2025, semua penumpang internasional wajib mengisi All Indonesia. Sistem ini menyatukan semua formulir kedatangan dalam satu aplikasi, sehingga lebih praktis dan efisien.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya