Liputan6.com, Jakarta Pelajar di Garut, Jawa Barat, kembali mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (30/9/2025) petang.
Kali ini, keracunan dialami puluhan siswa SMP PGRI dan sejumlah sekolah lainnya di Kecamatan Kadungora. Mereka mengalami mual-mual, pusing dan sesak napas setelah 30 menit mengonsumsi susu kemasan paket dari program MBG.
Advertisement
Mual Usai Minum Susu dari MBG
Rosmawati (16) salah seorang korban siswa SMP PGRI Kadungora Garut, mengatakan, dirinya merasa mual dan sesak napas setelah minum susu kemasan saat melakukan kegiatan ekstra kulikuler.
"Kami merasakan sesak napas, mual dan pusing pusing, setelah minum susu," ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Penyebab Keracunan Diselidiki
Kepala Puskemas Kadungora Garut, Yoni Cahyana menyatakan, telah menerima puluhan pasien siswa korban keracunan dari sejumlah sekolah.
"Ada sekitar 30 orang siswa lebih yang mendapat perawatan intensif," ujarnya.
Hingga kini, penyebab keracunan masih belum bisa dipastikan apakah dari susu kemasan yang telah dikonsumsi siswa, menunggu hasil uji lab.
"Bagi pasien dengan gejala ringan sudah diperbolehkan pulang, sementara yang bergejala sedang dan berat yang masih mendapatkan perawatan," papar dia.
Sebelumnya 600-an Pelajar di Garut Keracunan
Sebelumnya, 600-an pelajar di Garut mengalami keracunan. Bahkan 19 orang di antaranya dirawat dan sudah pulih.
Kejadian itu berawal dari sejumlah siswa mengeluhkan sakit, seperti pusing, mual, dan muntah-muntah setelah menyantap makanan yang disajikan di sekolahnya, yakni MA Maarif Cilageni, SMA Siti Aisyah, dan SMP Siti Aisyah, kemudian SDN 2 Mandalasari di Kecamatan Kadungora pada Selasa (16/9).
Kondisi siswa tersebut semakin parah, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, Rabu (18/9) sampai akhirnya mulai bermunculan siswa dengan mengeluhkan sakit yang sama ke puskesmas.
Menu MBG yang menyebabkan pelajar keracunan dikelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kadungora.