Jelang Chelsea vs Benfica, Berikut Deretan Kontroversi Jose Mourinho The Special One

Jose Mourinho dikenal bukan hanya karena trofi dan prestasinya, tetapi juga karena sejumlah kontroversi yang mewarnai perjalanan panjang kariernya di dunia kepelatihan.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 30 September 2025, 19:52 WIB
Pertandingan yang mempertemukan Chelsea vs Benfica di kancah Liga Champions akan menjadi ajang nostalgia emosional bagi Jose Mourinho yang kini menukangi Benfica. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta Jose Mourinho dikenal bukan hanya karena trofi dan prestasinya, tetapi juga karena sejumlah kontroversi yang mewarnai perjalanan panjang kariernya di dunia kepelatihan.

Kini, pelatih asal Portugal itu memulai petualangan barunya bersama Benfica, klub yang menjadi titik awal kiprahnya sebelum namanya mendunia.

Meski berstatus sebagai sosok istimewa di mata banyak penggemar Chelsea,, julukan “Special One” masih melekat erat padanya, Mourinho juga kerap dianggap sebagai musuh publik di sepak bola.

Mantan ketua komite wasit UEFA, Volker Roth, bahkan pernah menyebutnya sebagai “musuh sepak bola”.

Mourinho bersama Benfica akan kembali ke markas Chelsea pada Rabu (1/10/2025) dini hari WIB nanti dalam duel matchday kedua League Phase Liga Champions 2025/2026.

Berikut deretan momen kontroversial Mourinho yang masih lekat di ingatan publik.


Selebrasi Ikonik hingga Adu Mulut di Pinggir Lapangan

Reaksi Jose Mourinho saat mencium medali di depan trofi juara Premier League 2014/2015, di Stadion Stamford Bridge (24/5/2015). Mourinho harus merasakan diberhentikan Chelsea untuk kali kedua setelah membawa timnya berada di peringkat 16 Premiership 2015-

Nama Mourinho mulai mencuri perhatian sejak 2004 ketika ia berlari di pinggir lapangan Old Trafford untuk merayakan gol Porto ke gawang Manchester United.

Aksi serupa terulang satu dekade kemudian saat Chelsea menyingkirkan PSG lewat gol dramatis Demba Ba.

Namun, semangat berlebihan itu juga kerap memicu perseteruan. Saat kembali ke Stamford Bridge bersama Manchester United, Mourinho sempat harus ditahan stafnya setelah tersulut provokasi asisten pelatih Chelsea, Marco Ianni.


Rivalitas Panas dengan Arsene Wenger

Seorang ofisial pertandingan (tengah) harus memisahkan manajer Arsenal Arsene Wenger (kiri) dan Jose Mourinho (kanan) yang terlibat friksi pada 2014. (AFP/Adrian Dennis)

Pertengkaran Mourinho dengan mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, menjadi salah satu yang paling ikonik di Premier League.

Mourinho pernah menyebut Wenger sebagai “voyeur” atau pengintip, bahkan melabelinya sebagai “specialist in failure”.

Ketegangan keduanya memuncak pada 2014 ketika Wenger mendorong Mourinho di pinggir lapangan. Sejak itu, hubungan keduanya tak pernah benar-benar membaik.


"Respect, Respect Man"

3. Ego Tinggi - Mourinho termasuk tipe pelath yang memiliki ego yang tinggi. Tak ayal pemain kunci macam Paul Pogba, Martial dan Eric Bailly punya masalah pribadi dengannya. (AFP/Isabella Bonotto)

Momen legendaris lainnya terjadi saat Mourinho melatih Manchester United. Seusai kalah 0-3 dari Tottenham, ia meninggalkan konferensi pers dengan kalimat yang kini jadi meme: “Respect, respect man.”

Dengan tiga jari terangkat, ia menegaskan bahwa dirinya sudah memenangkan lebih banyak gelar Premier League dibanding gabungan 19 manajer lain.


Perseteruan dengan Eva Carneiro

Mantan fisioterapis Chelsea, Eva Carniero, akhirnya buka suara soal keputusannya meninggalkan Stamford Bridge.

Kontroversi besar juga terjadi pada periode keduanya di Chelsea. Mourinho berselisih dengan dokter tim Eva Carneiro setelah sang medis masuk ke lapangan untuk merawat Eden Hazard.

Lanjut Baca:

Mourinho menganggap tindakan itu merugikan tim yang sedang kekurangan pemain. Kasus ini berujung pada pengunduran diri Carneiro dan gugatan hukum terhadap Chelsea, yang kemudian diselesaikan secara damai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya