Begini Gerak Harga Saham BRMS Hari Ini 30 September 2025

Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada Selasa, (30/9/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 September 2025, 18:39 WIB
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Selasa (30/9/2025). Koreksi saham BRMS yang terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memerah.

Berdasarkan data RTI, harga saham BRMS hari ini ditutup turun 1,18% ke posisi Rp 840 per saham. Harga saham BRMS dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 860 per saham. Pada awal sesi perdagangan, saham BRMS sempat bergerak di zona hijau. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 940 dan terendah Rp 815 per saham.

Total frekuensi perdagangan 103.853 kali dengan volume perdagangan 16.636.467 saham dan nilai transaksi Rp 1,5 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, saham BRMS telah melonjak 24,44% selama lima hari terakhir. Saham BRMS melambung 108,96% secara year to date (ytd).

Adapun IHSG susut 0,77% ke posisi 8.061,06. Indeks LQ45 merosot 1,05% ke posisi 793,98.  Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.150,34 dan terendah 8.042,82. Sebanyak 396 saham melemah sehingga menekan IHSG. 280 saham mengaut dan 122 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.584.103 saham dan volume perdagangan 57,2 miliar saham. Nilai transaksi Rp 27,4 triliun.

Penjelasan kepada BEI

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PT Bumi Resources Minerals Tbk telah menerima permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek yang disampaikan oleh BEI pada 22 September 2025. Hal ini seiring terjadi fluktuasi harga dan aktivitas transaksi efek Perseroan.

Harga ditutup naik secara kumulatif sebesar Rp 140 atau 27,45% dari harga penutupan hari bursa 12 September 2025 pada Rp 510 menjadi Rp 650.

Selain itu, rata-rata aktivitas meningkat menjadi sebanyaj 1.711.501.040 saham dengan frekuensi 34.647 kali dibandingkan hari bursa pada 12 September 2025 sebanyak 529.221.100 saham dengan frekuensi 21.583 kali.

Seiring hal itu, manajemen Perseroan menyatakan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang keterbukaan informasi atau fakta material oleh emiten atau perusahaan publik.

 

BRMS Tunjuk Macmahon sebagai Kontraktor di Tambang Emas Poboya Palu

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melalui anak usahanya PT Citra Palu Minerals (CPM) telah menunjuk PT Macmahon Indonesia (MMI) sebagai kontraktor jasa penambangan bawah tanah untuk tambang emas di Poboya, Palu, Sulawesi.

Macmahon Indonesia akan menyediakan seluruh kebutuhan untuk pengembangan tambang bawah tanah dan aktivitas penambangan bijih mineral yang termasuk di antaranya pekerjaan pengeboran, pengangkutan dan pemuatan bijih, pemeliharaan peralatan tambang dan penyediaan jasa penambangan.

MMI merupakan anak usaha Macmahon Holdings Limited, perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Australia (ASX) yang berpengalaman menyediakan jasa penambangan terbuka dan penambangan bawah tanah di seluruh dunia.

Direktur Utama dan CEO BRMS, Agus Projosasmito menuturkan, pihaknya telah bekerjasama dengan MMI dalam penyediaan jasa penambangan terbuka di Poboya, Palu sejak tahun lalu. Saat ini, Perseroan memperluas pekerjaan MMI yang mencakup jasa penambangan terbuka dan bawah tanah di lokasi yang sama.

"Kami berharap kolaborasi dengan MMI sebagai kontraktor jasa penambangan dengan reputasi internasional dapat memastikan dimulainya penambangan bawah tanah di Poboya, Palu pada 2027,” kata Agus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya