Tower Bersama Bakal Lepas 350,33 Juta Saham Treasuri

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan melepas saham hasil buyback atau saham treasuri mulai 6 Oktober 2025 kepada pengendali.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 September 2025, 06:00 WIB
Menara jaringan telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menjual saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri maksimal 350.330.400 saham melalui pasar negoisasi. Adapun pihak yang akan menerima saham yakni Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd.

Calon pihak penerima adalah perusahaan induk investasi (investment holding company) dan jasa konsultasi manajemen (management consultancy services) yang merupakan pengendali perseroan.

Adapun pelaksanaan penjualan saham treasuri akan dilakukan dalam satu tahap atau dalam beberapa tahap yang akan dimulai pada 6 Oktober 2025 dan berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Pada 4 Mei 2023-3 Agustus 2023, Perseroan telah membeli kembali saham Perseroan sebanyak 102.046.000 saham berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan (POJK No. 2/POJK.04/2013) jo. Surat Edaran OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan

Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik (SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020), pada 4 dan 6 September 2023, Perseroan telah menjual  81.585.300 saham hasil pembelian kembali tersebut sehingga terdapat sisa 20.460.700 saham dari pembelian kembali saham periode ini.

Pada periode 31 Mei 2024 sampai dengan 30 Mei 2025, Perseroan telah melakukan pembelian kembali saham Perseroan sebanyak 329.869.700 saham berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka (POJK No. 29/2023) Sehingga, pada tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan memiliki sebanyak 350.330.400 saham treasuri.

Kinerja Semester I 2025

Petugas PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melakukan perawatan rutin tower di Kepulauan Seribu, Rabu, 18/9/2019). PT TBIG memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 site telekomunikasi tersebar di seluruh indonesia, ditargetkan akan menambah 3000 penyewaan di tahun 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melaporkan kinerja keuangan untuk paruh pertama tahun 2025 dengan pendapatan sebesar Rp 3,45 triliun dan EBITDA mencapai Rp 2,97 triliun.

Bila kinerja kuartal II disetahunkan, pendapatan tahunan TBIG diperkirakan mencapai Rp 6,88 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp 5,96 triliun.

Adapun untuk laba bersih, TBIG berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 822,6 miliar pada semester I 2025. Hingga akhir Juni 2025, TBIG mengoperasikan 24.056 site telekomunikasi yang terdiri dari 23.945 menara dan 111 jaringan in-building (DAS).

Jumlah penyewaan yang tercatat sebanyak 42.663, dengan 42.552 di antaranya berada pada menara telekomunikasi. Hal ini menghasilkan rasio kolokasi sebesar 1,78 kali.

 

Proses Konsolidasi

Menara jaringan telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Jakarta, Rabu (2/11). Pemerintah akan terus mendorong perluasan akses digital di masyarakat di pelosok Tanah Air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

“Penambahan penyewaan organik kami untuk enam bulan pertama tahun 2025 mencapai 431 penyewaan kotor yang terdiri dari 236 sites telekomunikasi dan 195 kolokasi," jelas CEO TBIG, Hardi Wijaya Liong dalam keterangan resmi, Jumat (1/8/2025).

Tingkat pertumbuhan ini mencerminkan kondisi industri saat ini, khususnya proses konsolidasi yang sedang berlangsung di antara pelanggan telekomunikasi perusahaan.

"Meskipun terjadi pergeseran pasar ini, kami tetap menjalankan peran kami sebagai penyedia infrastruktur terkemuka dalam ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang,” tambah Hardi Wijaya Liong.

Utang Bersih

Petugas PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melakukan perawatan rutin tower di Kepulauan Seribu, Rabu, 18/9/2019). PT TBIG memiliki 26.713 penyewaan dan 15.344 site telekomunikasi tersebar di seluruh indonesia, ditargetkan akan menambah 3000 penyewaan di tahun 2019. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari sisi struktur keuangan, total utang TBIG per 30 Juni 2025 sebesar Rp 29,05 triliun dihitung berdasarkan kurs lindung nilai untuk pinjaman berdenominasi dolar AS. Sementara itu, utang senior bruto mencapai Rp 4,08 triliun.

Dengan kas sebesar Rp 799 miliar, total utang bersih TBIG tercatat Rp 28,26 triliun, sedangkan utang senior bersih sebesar Rp 3,28 triliun. Berdasarkan EBITDA tahunan hasil proyeksi kuartal II, rasio utang bersih terhadap EBITDA adalah 4,7 kali, sedangkan untuk utang senior bersih terhadap EBITDA sebesar 0,6 kali.

“Menunjukkan komitmen kami terhadap struktur permodalan yang tangguh dan efisien secara biaya, kami akan terus mengakses pasar obligasi dan pinjaman dalam negeri, dengan program obligasi konvensional baru senilai Rp20 triliun dan program Sukuk perdana senilai Rp 8 triliun, jelas CFO TBIG Helmy Yusman Santoso.

"Pinjaman dan obligasi IDR kami saat ini sekitar 50% dari total utang kami, yang memperkuat komitmen kami terhadap pembiayaan yang stabil dan beragam,” tutur dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya