Gary Neville Mulai Kehilangan Kesabaran, Soroti Mandeknya Manchester United di Era Ruben Amorim

Manchester United kembali jadi sorotan usai takluk 1-3 dari Brentford pada laga Premier League akhir pekan lalu. Kekalahan itu bukan sekadar menambah catatan buruk di awal musim, tetapi juga memantik kritik keras dari salah satu legenda klub, Gary Neville.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 29 September 2025, 22:13 WIB
Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan Premier League antara Manchester United dan Burnley di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Sabtu, 30 Agustus 2025. (Martin Rickett/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali jadi sorotan usai takluk 1-3 dari Brentford pada laga Premier League akhir pekan lalu. Kekalahan itu bukan sekadar menambah catatan buruk di awal musim, tetapi juga memantik kritik keras dari salah satu legenda klub, Gary Neville.

Mantan kapten United itu menilai tidak ada perkembangan berarti di bawah asuhan Ruben Amorim yang sudah hampir setahun menukangi tim.

Sejak ditunjuk pada November lalu, Amorim gagal memberi stabilitas. United tercatat hanya meraih 34 poin dari 33 pertandingan liga, termasuk finis di posisi ke-15 musim lalu.

Memasuki musim anyar, situasi tak jauh berbeda. Dari tujuh laga, Setan Merah baru mengantongi dua kemenangan dan kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen.

Catatan minor itu diperparah dengan tren tandang yang mengenaskan: delapan laga Premier League terakhir tanpa kemenangan, dengan enam kali kalah dan dua kali imbang, rekor terburuk mereka sejak 2019.


Kekhawatiran Neville

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di kursinya selama pertandingan Premier League antara Brentford dan Manchester United di Stadion Komunitas Gtech, London, pada Sabtu (27/9/2025). (JUSTIN TALLIS / AFP)

Neville tak segan mengaku “sangat khawatir” melihat kondisi mantan klubnya. Ia menyoroti sejumlah keputusan Amorim yang dianggap tak masuk akal, khususnya dalam penentuan taktik dan susunan pemain.

“Performa, hasil, hingga pergantian pemain kemarin tidak bisa diterima,” ujarnya kepada NBC Sports.

Kritik paling keras diarahkan pada langkah Amorim saat memainkan Mason Mount sebagai bek sayap kiri di ajang Carabao Cup kontra Grimsby. “Itu tidak bisa dimaafkan. Anda bisa menghargai pelatih yang konsisten dengan sistemnya, tapi jika Mount dipaksa bermain di posisi itu, Anda akan terlihat sangat bodoh. Dan ini sudah terjadi dua kali, tidak boleh terulang lagi,” tegas Neville.


Amorim Bingung

The crushing defeat to Manchester City has placed further pressure on Ruben Amorim at Manchester United. This marks the Red Devils' worst start to a season in 33 years.

Selain itu, Neville juga menilai Amorim terlalu sering mengutak-atik formasi pertahanan. Pergantian antara skema tiga bek dan lima bek di setiap pertandingan membuat tim tak punya identitas jelas.

“Dia terus mengacak lini belakang, dan hasilnya jelas tidak bisa diterima,” tambahnya. Bagi Neville, perubahan taktis tanpa arah justru menimbulkan kebingungan di lapangan serta merusak kepercayaan diri pemain.

Meski tajam dalam mengkritik, Neville masih menahan diri untuk tidak terang-terangan meminta Amorim dipecat. Namun, ia mengisyaratkan bahwa manajemen klub tentu berharap adanya perubahan signifikan dalam waktu dekat.

Lanjut Baca:

“Saya tidak akan pernah secara publik meminta pelatih dipecat, tapi saya merasa para petinggi klub pasti ingin melihat pembalikan situasi secepatnya,” kata pria yang kini berprofesi sebagai pundit itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya