Rupiah Menguat ke 16.645 per Dolar AS Hari Ini 29 September 2025

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di kisaran 16.650 per dolar AS - 16.750 per dolar AS.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 September 2025, 11:20 WIB
Pada Senin (29/9/2025), kurs rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta menguat sebesar 93 poin atau 0,56 persen menjadi Rp 16.645 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.738 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada awal perdagangan pekan ini. Penguatan rupiah ini dipengaruhi sentimen eksternal yaitu data inflasi AS. 

Pada Senin (29/9/2025), kurs rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta menguat sebesar 93 poin atau 0,56 persen menjadi Rp 16.645 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.738 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi data inflasi AS yang sesuai perkiraan. Tercatat, Personal Consumption Expenditures (PCE) Inti month to month (MoM) AS naik 0,2 persen.

"(Hal ini) membuka peluang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga," katanya dikutip dari Antara. 

PCE AS di bulan Agustus 2025 tumbuh 2,7 persen secara year on year (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan 2,6 persen pada bulan Juli.

Namun, biaya hidup meningkat karena harga makanan dan barang-barang lainnya menjadi lebih mahal pada bulan lalu dan harga jasa tetap tinggi.

Adapun PCE Inti secara tahunan, tumbuh 2,9 persen, sama dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Indeks inflasi inti ini masih lebih tinggi dari target 2 persen yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Sentimen konsumen yang di luar dugaan direvisi lebih rendah juga memberikan sentimen positif terhadap rupiah.

"Sentimen konsumen direvisi turun dari 55,4 ke 55,1, turun dari 58,2 bulan lalu," ucap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, kurs rupiah diperkirakan berkisar 16.650 per dolar AS - 16.750 per dolar AS.

Modal Asing Mengalir ke Luar Rp 2,71 Triliun pada Pekan Terakhir September 2025

Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing mengalir keluar pada pekan terakhir September 2025. Sepanjang 2025, tercatat masih banyak modal asing yang keluar dari Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, berdasarkan data transaksi 22 – 25 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 2,71 triliun.

“Nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 2,71 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp 2,16 triliun di pasar SBN dan Rp 5,06 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp 4,51 triliun di pasar saham,” kata Ramdan, dikutip Minggu (28/9/2025).

 

Bauran Kebijakan

Ramdan menambahkan, selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 25 September 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 51,34 triliun di pasar saham dan Rp 128,85 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 36,25 triliun di pasar SBN.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” jelas Ramdan.

Adapun Premi CDS Indonesia 5 tahun per 25 September 2025 sebesar 83,18 bps, naik dibanding dengan 19 September 2025 sebesar 69,59 bps. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp Rp16.750 per dolar AS dan Yield SBN 10 tahun naik ke 6,43%. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya