Trump Unggah Kartun Pecat Ketua The Fed Jerome Powell

Presiden Trump sebelumnya berulang kali menyebut ketua The Fed Jerome Powell sebagai “Too Late Powell” karena dianggap terlalu hati-hati memangkas suku bunga.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 28 September 2025, 11:00 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif terkait TikTok di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis, 25 September 2025. (Foto AP/Alex Brandon)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan kritik keras terhadap Ketua Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell

Kritik oleh Donald Trump ini tidak hanya dilakukan sekali saja. Ia telah melancarkan kritik berkali-kali ke Jerome Powell bahkan sebelum Trump resmi menjabat sebagai Presiden AS.  

Pada Sabtu (25/9/2025) waktu setempat, Trump mengunggah sebuah gambar kartun di akun Truth Social miliknya yang menampilkan dirinya tengah berteriak "KAMU DIPECAT!" kepada Powell, yang digambarkan membawa kotak berisi barang-barangnya dengan latar stempel The Fed.

Ilustrasi tersebut, yang menurut analisis visual tampak dihasilkan dengan bantuan AI atau teknik digital, semakin menegaskan ketidakpuasan Trump terhadap Powell.

Dikutip dari CNBC, Minggu (28/9/2025), ia sebelumnya berulang kali menyebut Powell sebagai “Too Late Powell” karena dianggap terlalu hati-hati memangkas suku bunga, meski The Fed telah menurunkannya untuk pertama kali pada tahun ini.

Powell sendiri baru akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2026.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas unggahan tersebut.

 

Kontroversi Pemecatan Ketua The Fed

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan kantor setelah berpidato di sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 23 September 2025, di markas besar PBB. (Foto AP/Yuki Iwamura)

Wacana pemberhentian Powell bukan hal biasa. Sejauh ini, belum pernah ada presiden AS yang memecat Ketua The Fed. Bahkan Mahkamah Agung telah menegaskan presiden tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan pejabat bank sentral secara sepihak.

Powell pun berulang kali menekankan bahwa posisinya “tidak bisa dihapuskan begitu saja oleh hukum.”

Kritik Trump terhadap Powell juga sempat melebar hingga renovasi kantor pusat The Fed di Washington. Ia menuding proyek tersebut bermasalah dan bahkan memunculkan spekulasi bahwa Trump berusaha mencari alasan untuk menyingkirkan Powell.

Meski begitu, belakangan Trump lebih menahan diri soal renovasi gedung, namun tetap menilai kebijakan suku bunga Powell merugikan perekonomian.

 

Kasus Lain: Lisa Cook

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 19 September 2025. (Dok. AP/Alex Brandon)

Trump juga pernah berusaha memecat Gubernur Fed Lisa Cook pada Agustus lalu dengan tuduhan penipuan hipotek. Mahkamah Agung masih memproses kasus tersebut. Departemen Kehakiman menilai pemecatan Cook tidak akan mengganggu pasar keuangan, sementara pengacaranya berargumen langkah itu bisa melemahkan independensi The Fed.

Hingga kini, pasar keuangan cenderung tenang merespons ancaman Trump terhadap Powell maupun upaya pemecatan Cook.

Meski demikian, para ekonom memperingatkan bila Powell benar-benar diberhentikan sebelum masa jabatannya usai, hal itu berpotensi meningkatkan suku bunga jangka panjang.

Pasalnya, investor bisa menilai bahwa The Fed tidak lagi independen dan mulai tunduk pada kepentingan politik Presiden, alih-alih mandat Kongres untuk menjaga stabilitas inflasi dan menekan pengangguran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya