Menkeu Purbaya Bantah Perintahkan Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas

Menkeu Purbaya mengaku tak pernah memerintahkan Danantara agar mengatur bunga deposito valas bank himbara.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 26 September 2025, 19:15 WIB
Petugas valas menghitung mata uang dolar AS di di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) telah menaikkan bunga deposito baluta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah memberikan perintah tindakan tersebut.

Menkeu Purbaya menegaskan tidak mengambil kebijakan tersebut. Dia mengaku juga tak memerintahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pemegang saham Himbara untuk mengambil langkah itu.

"Jadi gak ada kebijakan seperti itu. Saya gak pernah nyuruh Danantara, (Kementerian) Keuangan untuk bank naikin bunga deposito seperti itu," ucap Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jumat, (26/9/2025).

Dia mengakui sebelumnya memang ada diskusi soal rencana pemberian insentif bagi pemegang valas, namun bentuknya belum dipastikan. Perintah Presiden Prabowo Subianto mengarahkan perlunya adanya penghitungan risiko terlebih dahulu.

"Saya udah memberikan masukan itu jadi mereka harus hitung dulu, sudah saya suruh hitung sih. Cuman saya gak tau kenapa .. itu mungkin ada yang terlalu eager menjalankan ide Pak Presiden, meski risikonya belum dihitung," tuturnya.

Menurutnya, ada waktu hingga pekan depan hingga tim yang menghitung risiko insentif bagi pemegang valas. Sejauh ini, belum ada hasil dari penghitungan tersebut.

 

Bukan Perintah KSSK

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Purbaya juga menegaskan, tindakan bank pelat merah mengerek bunga deposito valas belum masuk ke Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Belum, bahkan dari yang saya katakan suruh pelajarin dulu 2 minggu, 2 minggu itu akhirnya jumat minggu depan, ya belum balik timnya jadi saya tunggu aja, jadi belum ada. Kalau misalnya kita udah itu baru kita diskusikan dengan KSSK," katanya.

Menurutnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga tidak mengetahui soal perintah naiknya bunga deposito valas. "Jadi mungkin itu inisiatif beberapa mungkin bank, tapi kita lihat, mungkin mereka merasa butuh atau enggak, tapi yang jelas gak ada instruksi dari kami dari BI, dari Danantara juga," bebernya.

 

Bunga Deposito Valas Himbara Naik

Teller tengah menghitung mata uang rupiah dan dolar di Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (10/1). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Rupiah berada di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Diketahui, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, hingga BSI kompak menyesuaikan bunga deposito valas menjadi 4 persen per tahun. Alasannya seragam, yakni respons terhadap dinamika global.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, penyesuaian ini merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah. Khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri.

"Fokus kami adalah memberikan imbal hasil yang atraktif agar dana valas bisa lebih banyak terserap di dalam negeri. Dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BNI membuka peluang bagi nasabah yang selama ini menempatkan dana valasnya di luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air," ujar Putrama dalam keterangan tertulis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya