Liputan6.com, Jakarta Salah satu aktor yang memperkuat film Tukar Takdir karya sineas Mouly Surya adalah Ariyo Wahab. Ia menerankan kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), bernama Purwanto yang sangat paham berbagai kemungkinan terkait kecelakaan.
Berkarier di layar lebar sejak 2003, Ariyo Wahab telah menjajal beragam, genre dari musikal hingga horor. Namun, ada sejumlah daya tarik film Tukar Takdir yang susah ditepis. Pertama, skenario yang diadaptasi dari buku karya Valiant Budi.
Advertisement
“(Alasan membintangi Tukar Takdir) satu, genrenya disaster movie spesifik tentang kecelakaan pesawat. Kedua, Mouly Surya. Ketiga, rekam jejak rumah produksi Starvision. Bujet tetap nomor satu ha ha ha,” kata Ariyo Wahab.
Rupanya pelantun “Sepenuh Hati” kenal Mouly Surya sejak lama. Ia pernah syuting FTV dan Mouly Surya kala itu menjabat asisten sutradara atau astrada Rako Prijanto. Gaya kerja Mouly Surya tak pernah luput dari perhatian Ariyo Wahab.
Dulu Mouly Surya Astrada
“Dulu saya perhatikan, Mouly ini bakat sutradaranya kuat banget. Kayaknya enggak cocok jadi asisten sutradara. (Setelah jadi sutradara) track-nya beda. Jadi saya ingin bekerja sama dengan Mouly Surya dan jodohnya baru di Tukar Takdir,” akunya.
Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, di gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Ariyo Wahab menilai Mouly Surya sangat detail dan kadang kayak punya dunia sendiri. Dia bisa tiba-tiba ketawa dengan imajinasinya sendiri.
Ada Satu Adegan
Meski demikian, Ariyo Wahab mengapresiasi cara Mouly Surya menyampaikan arahan kepada para pemain di lokasi syuting. Tekniknya sejuk, mudah dipahami dan yang paling penting tak membuat pemain merasa tertekan.
“Mouly itu orangnya detail. Ada satu adegan, di situ Nicholas Saputra kayak monolog saat saya interogasi dan itu dialognya panjangnya minta ampun. Itu syutingnya bisa setengah hari sendiri di Rumah Sakit,” Ariyo Wahab menyambung.
Jadi Memikirkan Detailnya
Syuting adegan diulang sampai visi sutradara tercapai. Setelah melihat hasil akhirnya, Ariyo Wahab dan Marsha Timothy sangat kagum. Dalam menjelaskan background adegan pun, Mouly Surya sangat detail termasuk perkara kecelakaan pesawat.
“Saya jadi memikirkan detailnya. Sempat pas kita syuting, ada manggung di Semarang. Lo kok tiba-tiba saya keringat dingin. Wah kacau ini Mouly. Terus tiba-tiba saya kepikiran film Final Destination. Sampai begitu,” pungkas Ariyo Wahab.
Selain Ariyo Wahab dan Marsha Timothy, Tukar Takdir yang tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025 diperkuat performa Adhisty Zara, Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Teddy Syach, Roy Sungkono hingga Hannah Al Rashid.