Hari Tani, GMNI Suarakan Marhaenisme Lahir dari Petani

Ketua Umum DPP GMNI Muhammad Risyad Fahlefi, mengatakan Hari Tani Nasional merupakan momen mewujudkan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, serta menuntaskan reforma agraria

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 24 September 2025, 20:17 WIB
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama ribuan petani dan berbagai elemen menggelar demo memperingati Hari Tani Nasional di depan DPR RI, Jakarta, Rabu (24/9) siang (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama ribuan petani dan berbagai elemen menggelar demo memperingati Hari Tani Nasional di depan DPR RI, Jakarta, Rabu (24/9) siang.

Ketua Umum DPP GMNI Muhammad Risyad Fahlefi, mengatakan Hari Tani Nasional merupakan momen mewujudkan kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, serta menuntaskan reforma agraria.

"Kita rakyat kecil tentu tak mau terus-teruakan berebut lahan, berkonflik lahan, terus diadu domba oleh para oligarki, maka reforma agraria harus segera dituntaskan," ujar Risyad di sela-sela demo, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/9/2025).

Risyad menegsskan, pemerintah harus membuat kebijakan yang berorientasi kepada kesejahteraan petani. Dia mewanti pemerintah, petani punya peran penting dalam menyediakan pangan untuk rakyat Indonesia.

"Maka tak heran bila Bung Karno menyebut petani sebagai 'penyangga tatanan negara Indonesia'," ucapnya.

 

Komitmen

Risyad menegaskan, kehadiran GMNI di tengah para petani merupakan komitmen untuk terus hadir dan membersamai rakyat. Terlebih GMNI berazaskan marhaenisme yang terus berorientasi memperjuangkan kaum tertindas.

"Kami GMNI sebagai organisasi yang berazaskan marhaenisme, tentu dalam mengawal hajat hidup senantiasa berada di barisan rakyat," tegas dia.

"Marhaenisme juga lahir dari petani, melalui pertemuan petani yang bernama Mangaen dengan Bung Karno," imbuh Risyad.

Sebagai informasi, di lokasi massa aksi terihat membawa bendera dan juga spanduk. Tak hanya itu, mereka juga membawa hasil bumi seperti buah-buahan dan juga sayuran yang sengaja diikatkan ke batang kayu.

Diketahui, massa terdiri dari berbagai elemen. Selain berorasi, mereka juga bernyanyi lagu-lagu perjuangan rakyat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya