Turis Australia Ngaku Bayar Suntik Rabies Rp 69 Juta di Bali Setelah Digigit Monyet

Turis Australia itu mengaku tidak percaya pada penanganan pertama yang diberikan setelah putrinya digigit monyet saat liburan di Bali.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 25 September 2025, 08:00 WIB
Manajer Operasional Objek Wisata Sangeh Monkey Forest, Made Mohon memberi makan kera dengan kacang sumbangan di Sangeh, Bali, pada 1 September 2021. Sepinya turis di Bali selama pandemi membuat kawanan monyet di Sangeh Monkey Forest kelaparan dan mulai mendatangi pemukiman. (AP/Firdia Lisnawati)

Liputan6.com, Jakarta - Turis Australia Flavia McDonald, suaminya, dan putri mereka yang berusia 12 tahun, Lorena, terbang ke Bali pada Hari Ayah sebagai kejutan liburan keluarga. Sayang, momen yang seharusnya menyenangkan itu disebut berubah jadi "mimpi buruk" karena gigitan monyet berujung suntik rabies.

"Saya sudah sering ke Bali, tapi saya ragu-ragu untuk mengunjunginya bersama anak-anak karena Bali belly. Saya pikir mungkin ketika dia (Lorana) sudah lebih besar, kami bisa lebih menikmatinya. Tapi pada Agustus (2025), dengan hujan lebat di sekitar Sydney, putri saya punya ide mencari tempat yang cerah untuk liburan sebagai hadiah Hari Ayah," kata McDonald pada news.com.au, seperti dikutip Rabu, 24 September 2025.

"Jadi, kami memberinya kejutan pada Sabtu, 5 September (2025), sebelum terbang keesokan harinya di pagi Hari Ayah ke Bali. Kami pikir itu akan jadi minggu yang tidak terlupakan."

Begitu tiba, cuaca tidak terlalu mendukung mereka. Dalam upaya keluar dan beraktivitas, sekeluarga turis Australia itu memutuskan bertolak dari hotel mereka di Seminyak ke Ubud.

 

Memastikan Ketentuan Kunjungan

Monyet ekor panjang berkeliaran di Sacred Monkey Forest atau lebih dikenal Monkey Forest di Ubud, Bali pada 16 November 2018. Kawasan ini merupakan tempat tinggal dari ratusan kera bali yang dipelihara dan dijaga kelangsungan hidupnya. (GABRIEL BOUYS/AFP)

Setelah menerima semua informasi tentang cara aman berada di sekitar monyet-monyet, McDonald memastikan keluarganya tidak membawa tas terbuka, kacamata hitam, atau topi yang bisa mereka rebut. "Kami berjalan-jalan sekitar 40 menit, dan di salah satu area taman, terdapat amfiteater tempat orang-orang bisa duduk," jelasnya.

"Banyak orang duduk, jadi suami dan putri saya juga duduk di sana. Kami bisa melihat monyet, tapi tidak ada yang benar-benar berada di atas atau di sekitar orang. Namun dalam satu menit, seekor monyet melompat ke bahu suami saya … dan dalam hitungan detik ia berpindah dari bahu suami saya ke bahu putri saya."

"Ia mematung (karena ketakutan) dan kami tahu kami tidak boleh bergerak tiba-tiba (atau monyet itu bisa menyerang). Jadi monyet itu mulai menarik-narik bajunya, sakunya, mengintip ke dalam bajunya."

Digigit Monyet

Kera memakan kacang sumbangan selama waktu makan di Sangeh Monkey Forest, Bali, pada 1 September 2021. Sepinya turis di Bali selama pandemi corona covid-19 membuat kawanan monyet di Sangeh Monkey Forest kelaparan dan mulai mendatangi pemukiman. (AP/Firdia Lisnawati)

"Ketika saya mendekati untuk mengusirnya, dalam lima detik, ia langsung menggigit leher putri saya. Saya ketakutan, tapi ingin tetap tenang agar dia tidak panik … dan memperburuk keadaan," McDonald menyambung.

Putrinya kemudian segera dibawa ke tempat pertolongan pertama di tempat tersebut. Staf menepis kekhawatiran akan rabies karena "monyet-monyet itu sangat bersih." Alih-alih menyarankannya pergi ke pusat medis, putri McDonald dimandikan dengan air dan sabun yang menurut staf sudah cukup.

"Mereka terus mengatakan kami tidak perlu khawatir," katanya. "Dia berdarah ... dan saya hanya berpikir, ini tidak cukup. Saya merasa sangat sedih. Semua penelitian saya menunjukkan bahwa ini sangat berbahaya dan dia perlu pergi ke klinik yang memiliki vaksin rabies."

McDonald mengatakan, saran daring yang dibacanya adalah "bertindak cepat," terutama jika gigitannya ada di tubuh bagian atas. 

Tagihan Mengejutkan

Monyet ekor panjang tidur di Sacred Monkey Forest atau yang lebih dikenal dengan Monkey Forest di Ubud, Bali pada 16 November 2018. Keunikan hutan ini adalah terdapatnya ratusan Kera Bali ekor panjang yang bebas berkeliaran di alam. (GABRIEL BOUYS/AFP)

Pergi ke klinik terdekat, McDonald berkata, "Saya kaget ketika menerima tagihan medis sebesar Rp 69 juta." Meski pasangan itu memiliki asuransi perjalanan, situasi darurat tersebut membuat dana tidak akan cair selama beberapa hari, sehingga McDonald harus menggunakan dana pribadi untuk membayar biaya vaksin saat itu juga.

"Sungguh konyol," katanya tentang suntikan rabies. "Salah satu suntikan harus diberikan di area gigitan, jadi putri saya... yang berusia 12 tahun... saya belum pernah melihatnya menjerit seperti yang ia lakukan di rumah sakit itu."

"Satu suntikan diberikan di bagian atas gigitan, satu di bagian bawah gigitan, satu di lengan, dan satu di kaki. Jadi ada dua vaksin, dan keduanya terkait rabies... dan dia juga minum obat untuk infeksi virus herpes B, jadi enam tablet sehari selama dua minggu."

 

Peringatan untuk Turis

Monyet ekor panjang berada di Sacred Monkey Forest atau yang lebih dikenal dengan Monkey Forest di Ubud, Bali pada 16 November 2018. Keunikan hutan ini adalah terdapatnya ratusan Kera Bali ekor panjang yang bebas berkeliaran di alam. (GABRIEL BOUYS/AFP)

Awal tahun ini, wisatawan Australia diberi peringatan tentang rabies setelah lonjakan angka infeksi tercatat di Bali. Hewan yang positif rabies telah terdeteksi di area "zona merah," seperti Kuta Selatan, Nusa Dua, Tanjung Benoa, Jimbaran, dan Changgu.

Kepala Dinas Kesehatan Hewan, Anak Agung Istri Brahmi Witari, mengatakan pada Courier Mail pada Agustus 2025 bahwa tidak lebih dari lima ekor anjing yang bertanggung jawab atas kasus-kasus tersebut. "Dominasi zona merah di Kuta Selatan disebabkan banyaknya semak belukar di daerah tersebut, sehingga sering dijadikan sarang anjing liar, dan ini salah satu alasannya," kata Witari.

Smart Traveller memperingatkan warga Australia bahwa rabies saat ini merupakan "risiko" berlibur di Indonesia. Penyakit ini terutama ditularkan melalui gigitan anjing, kucing, dan monyet yang terinfeksi, tapi juga dapat ditularkan mamalia lain.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya