Prabowo di Sidang Umum PBB, Singgung Kondisi Dunia Dilanda Konflik hingga Genosida

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini konflik dan ketidakadilan terjadi di dunia akhir-akhir ini. Dia juga menyinggung kondisi dunia saat ini yang diwarnai oleh penderitaan hingga genosida.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 24 September 2025, 00:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Selasa (23/9/2025). (Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini konflik dan ketidakadilan terjadi di dunia akhir-akhir ini.

Dia juga menyinggung kondisi dunia saat ini yang diwarnai oleh penderitaan hingga genosida.

Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato pada Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Adapun, yang bersangkutan mendapatkan urutan ketiga saat berpidato.

"Dunia kita didorong oleh konflik, ketidakadilan, dan ketidakpastian yang semakin dalam. Setiap hari kita menyaksikan penderitaan, genosida, dan pengabaian terhadap hukum internasional dan kepatutan manusia," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/9/2025).

 

Pemimpin Dunia Tak Boleh Menyerah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Selasa (23/9/2025). (Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Dia mengatakan, para pemimpin dunia tak boleh menyerah dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Prabowo mengajak semua negara untuk bersatu dan berjuang mencapai perdamaian dunia.

"Seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh menyerahkan harapan atau cita-cita kita. Kita harus bersatu, bukan menjauh. Bersama-sama kita harus berjuang untuk mencapai harapan dan impian kita," jelasnya.

 

Memperkuat PBB

Prabowo menuturkan bahwa PBB dibentuk untuk menjamin perdamaian, keamanan, keadilan, dan kebebasan dunia.

Dia pun menekankan komitmen Indonwsia memperkuat lembaga PBB.

"Kami tetap berkomitmen pada internasionalisme, multilateralisme, dan pada setiap upaya yang memperkuat lembaga besar ini," ujar Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya